Thursday, August 22Referensi Bisnis Sumatera Selatan

Wawako Palembang Ingatkan Jangan Tangkap Ikan Dengan Cara Setrum

EKSEL – Senin (28/1/2019) siang, sebanyak 10 ribu benih ikan jenis Tembakang dan ikan Patin kembali dilepas oleh Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda sebagai bentuk menambah populasi ikan di perairan sungai yang membelah bagian hilir dan hulu kota Palembang tersebut.

“Tadinya saya minta penebaran benih ikan ini didampingi nelayan tangkap, sekalian kita ingin memberi tahukan agar tidak menangkap ikan dengan cara ilegal,” kata Fitri.

Cara Ilegal yang dimaksud kata Fitri, nelayan menangkap ikan dengan cara merusak ekosistem yakni mengunakan alat berbahaya seperti racun ataupun mengunakan alat listrik (setrum).

“ Dalam peraturan  Kementerian nomor 31 tahun 2009 tentang larangan pengunaan alat kimia berbahaya dalam cara penangkapan ikan, ini ada sangsi kurungan,” jelasnya.

Untuk menimallisir adanya penangkapan ikan dengan cara setrum, kata Fitri pihakanya akan membuat tim satgas khusus untuk melakukan pengawasan di Sungai Musi untuk memantau aktifitas penangkapan ikan dengan cara setrum.

“Nanti akan ada tim satgas pengawasan,” tegasnya.

Diakui Fitri, penabaran benih ikan yang setiap dilakukan di Sungai Musi setiap tahun, bukan untuk menangkal adanya kepunahan ekosistem ikan lokal yang ada, namun sebagai bentuk kegiatan rutin yang dilakukan dinas terkait untuk penebaran benih sebagai bentuk menjaga polulasi ikan.

“Kita juga ingin kedepannya penebaran benih ikan ini bisa diikuti komunitas komunitas lain, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Penangkapan Ikan Dinas Perikanan Kota Palembang Desy Alvianti mengatakan, telah ada satgas khusus yang memantau aktifitas nelayan tradisional.

“Komunitas masyarakat yang memantai aktifitas nelaya sudah ada, seperti di kawasan Kalidoni,” katanya.
Nah, dari mereka inilah, Dinas Perikanan mendapat laporan kalau adanya pencemaran ataupun penangkapan ika secara illegal.

“Kalau pemetaan kita kawasan Pusri adanya pencemaran lingkungan dansetrum yang menyebabkan adanya ikan yang mati mendadak dan Kertapati juga masih ada temuan kalau adanya nelayan yang menangkap ikan dengan cara menyetrum,” tegasnya.

Meski, kerap ada laporan dari komunitas ini, pihaknya belum bisa melakukan pendataan secara pasti angka kepunahan ikan air tawar yang disebabkan dengan cara illegal ini.

“Sayangnya komunitas ini belum secara efektif memberikan laporan karena terkendala biaya operasioanal,” jelasnya.

Untuk penaburan benih ikan sendiri, ungkapnya, pihaknya melakukan penaburan benih tiga kali dalam satu tahun, untuk menambah populasi ikan di Sungai Musi.