Tuesday, November 19Referensi Bisnis Sumatera Selatan

Wabah Inflasi Jelang Ramadhan Dan Idul fitri

Abdul Rasyid Romadhoni

Tak bisa dipungkiri kebutuhan pokok jelang Ramadan alami peningkatan. Biasanya, karena hal tersebut, pelaku pasar memanfaatkan itu dengan menaikkan harga kebutuhan pokok.  Hal itu wajar, sebab permintaan meningkat namun stok barang cenderung tetap.

Namun, disini pemerintah tentunya tak tinggal diam. Agar kondisi pasar tetap stabil sehingga tak terjadi inflasi. Dimana, Bank Indonesia optimis inflasi pada tahun ini bisa dijaga sebesar 4%. Optimisme pemerintah mengenai penangangan inflasi menjelang bulan suci bisa diterima.

Akan tetapi, tantangannya pada bulan puasa hingga menjelang lebaran seolah-olah sudah menjadi “kewajiban” untuk menaikkan harga dari setiap kalangan baik oleh petani, pedagang atau pengusaha.

Perilaku Konsumtif

Peningkatan peredaran uang tunai menjadi kesempatan dan peluang emas bagi pedagang untuk menaikkan harga barang yang mereka jual. Kebiasaan masyarakat Indonesia yang cenderung konsumtif akan merasa santai dan memaklumi dengan adanya kenaikan harga tersebut. Pertama, umumnya saat ramadhan baik buka puasa maupun sahur akan  menyajikan menu spesial untuk keluarganya relatif lebih banyak dibandingkan dengan hari-hari biasa. Kedua, sudah menjadi rutinitas masyarakat Indonesia ketika menjelang puasa hingga lebaran untuk mengunjungi saudara sambil memberikan buah tangan berupa makanan atau uang. Hal tersebut juga dapat menjadi penyebab meningkatnya permintaan akan kebutuhan uang tunai. Dengan peningkatan tersebut, daya beli masyarakat akan meningkat, akibatnya permintaan barang dan jasa juga akan meningkat.

Perilaku konsumtif yang cenderung meningkat di kalangan masyarakat menjelang bulan suci didukung oleh data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Maret 2017. Barang konsumsi menjadi penyumbang terbesar inflasi Kelompok makanan seperti makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau menyumbang porsi inflasi sebesar  0,31%. Persentase tersebut lebih tinggi dibandingkan kelompok kesehatan (0,21%), kelompok sandang (0,18) serta kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga (0,08%)2 .

Distribusi Pasokan

Permainan harga sebenarnya tidak hanya terjadi di kalangan pedagang saja. Menurut pedagang, harga dari pemasok sudah meningkat, sehingga pedagang mau tidak mau menaikkan harga. Apabila barang yang ada diperoleh dari tengkulak, permainan harga bisa terjadi di sini. Tetapi jika barang yang diperoleh dari petani, apakah petani kita menjua dengan menaikkan harga? Terdapat kelemahan pada alur distribusi produk dari sumber bahan ke pedagang. Pemerintah sangat mudah mengontrol produk-produk industri besar, namun untuk hasil produksi sektor pertanian akan sulit.

Peran pemerintah dalam mengontrol kestabilan pasokan distribusi barang kebutuhan masyarakat memang sangat penting setiap bulannya agar tidak terjadi penumpukkan atau tidak meratanya barang kebutuhan masyarakat yang berdampak terhadap peningkatan harga. Kesimbangan pasokan dapat dijaga dengan dibentuknya kerjasama antar provinsi. Apabila pemerintah turun tangan langsung untuk mengontrol pasokan, diharapkan tidak akan terjadi kelangkaan barang (barang akan tetap tersedia) dan harga cenderung akan stabil, selama tidak terjadi peningkatan permintaan.

Dampak Inflasi

Inflasi tidak selalu berdampak negatif terhadap perekonomian. Inflasi ringan yang berkisar di bawah sepuluh persen justru dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Inflasi akan mendorong pengusaha untuk meningkatkan produksinya dan dengan adanya kenaikan harga tersebut pengusaha akan mendapat lebih banyak keuntungan. Selain itu, peningkatan produksi akan menyebabkan adanya lapangan pekerjaan baru sehingga tingkat pengangguran akan menurun.

Dampak negatif dari inflasi akan terasa pada masyarakat dengan pendapatan tetap. Jika pendapatan tidak tetap, bisa sangat merugikan atau bisa juga tidak Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan rendah dan tidak tetap, inflasi akan sangat merugikan. Sementara itu, bagi masyarakat yang berpendapatan cukup tinggi serta tidak tetap, tidak terlalu merugikan, apalagi jika kenaikan pendapatan memiliki presentase yang lebih besar dari kenaikan inflasi. Adanya kesenjangan yang semakin jauh diantara pengusaha dan rakyak miskin. Pengusaha akan menaikkan produksi dan memperbanyak kekayaan mereka,  akan tetapi di satu sisi rakyat miskin yang penghasilannya tetap harus membeli barang dengan harga yang lebih mahal.

Peran Pemerintah

Tugas pemerintah adalah untuk memberikan kebijakan yang adil terhadap rakyatnya terutama dalam mengatasi persoalan inflasi. Pemerintah memiliki kebijakan menahan atau meningkatkan laju inflasi pada kisaran nol sampai sepuluh persen. Masing-masing memiliki dampak dan akan ada yang merasa dirugikan yaitu masyarakat miskin yang memiliki pendapatan cenderung tidak berubah. Kebijakan BI dalam mengelola ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi untuk meminimalkan tekanan harga pangan yang mulai meningkat, sehingga inflasi akan tertahan. Pemerintah juga diharapkan dapat berperan aktif untuk tidak menaikkan harga pendorong inflasi lain seperti Tarif Dasar Listrik (TDL), kenaikan tarif angkutan umum, dan bahan bakar.(*)

*Oleh : Abdul Rasyid Romadhoni

Mahasiswa Master of Business Administration ITB (MBA-ITB)