Sunday, April 18Referensi Bisnis Sumatera Selatan
Shadow

Tilang Elektronik di Palembang, CCTV Awasi 9 Persimpangan Selama 24 Jam

Maret Ujicoba, April Mulai Diberlakukan

EKSEL – Masyarakat Kota Palembang harus benar-benar taat aturan lalulintas. Pasalnya, pada April mendatang, tilang elektronik akan diterapkan Ditlantas Polda SUmsel. Untuk menyukseskan program itu, rencananya, pada Maret ini akan dilakukan ujicoba terlebih dahulu.

Direktur Ditlantas Polda Sumsel Kombes Pol Cornelis Ferdinand Hotman Sirait, mengatakan, ada sebanyak 9 persimpangan yang akan dipantau melalui CCTV. Lokasi itu akan diawasi selama 24 jam. “Kapan, jam berapa, saat apapun, kamera ini secara otomatis akan merekam semua pelanggaran yang dilakukan pengendara,” katanya kepada wartawan.

Jika sistem ini diterapkan nanti, saat pengendara melanggar, maka kamera akan menangkap gambar kendaraan bermotor yang melanggar aturan lalu lintas. Setelah itu, hasil tangkapan gambar tersebut terkirim langsung ke pusat data di TMC Polda. Baru petugas di TMC, akan memverifikasi jenis pelanggaran pengendara ranmor yang tertangkap kamera ETLE dan mengidentifikasi nomor plat nomor kendaraan

Apabila sudah terverifikasi jenis pelanggaran yang dilakukan pengendara, petugas akan menerbitkan surat konfirmasi. Surat konfirmasi akan dikirim ke alamat pengendara yang melakukan pelanggaran selambat-lambatnya tiga hari setelah pelanggaran dilakukan.

Nantinya, pelanggar diberikan waktu tujuh hari, setelah pengiriman surat konfirmasi untuk mengklarifikasi bila ada kekeliruan dalam proses tilang. Klarifikasi dari pemilik kendaraan, dapat dilakukan melalui aplikasi yang nantinya dapat diunduh melalui Play Store.

Pelanggar juga mempunyai alternatif lain yakni dengan mengirimkan kembali blangko konfirmasi yang telah diisi kepada kepolisian.

Pemilik kendaraan bisa mengklarifikasi, bila saat itu kendaraan yang melakukan pelanggaran bukan dikendarai pemilik dikendarai tersebut melainkan orang lain.

Begitu pula dengan kendaraan yang sudah bukan lagi miliknya, melainkan sudah dijual tetapi belum di balik nama. Setelah mengklarifikasi, pelanggar lalu lintas mengakui kesalahannya, maka pelanggar akan dilakukan penindakan pelanggaran dengan sistem tilang elektronik atau E-Tilang.

Pengendara yang melakukan pelanggaran dan sudah mengakui pelanggaran yang dilakukan, akan mendapatkan Kode Briva melalui SMS. Kode Briva inilah yang digunakan untuk pembayaran melalui Bank BRI.

Selain mendapatkan kode Briva, pelanggar juga akan mendapatkan surat tilang warna biru sebagai bukti pelanggaran. Setidaknya, pelanggar lalu lintas memiliki waktu tujuh hari lagi setelah proses klarifikasi untuk membayar denda. (dari berbagai sumber)