Thursday, October 17Referensi Bisnis Sumatera Selatan

Sumsel Tak Ada Hutang Infrastruktur ke Kabupaten/Kota

EKSEL – Gubernur Herman Deru menegaskan jika Sumsel tidak ada hutang infrastruktur Provinsi ke Kabupaten, ungkapan ini disampaikan Gubernur Herman Deru dalam sambutannya ketika menghadiri pengajian akbar Harlah ke-XVI Jam”iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyah Kabupaten OKU Timur yang digelar di Desa Tumi Jaya Kecamatan Jaya Pura Kabupaten OKU Timur, Minggu (29/09/2019).

Di sini ribuan warga berdesakan ingin berjabat tangan dengan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dengan antusias menyambut kedatangan Orang Nomor Satu di Sumatera Selatan.

Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mengatakan di  OKU Timur dia  bisa merasakan rasa lelah dari pekerjaan hilang serta melepaskan kerinduan kepada masyarakat yang  dicintainya.

“Pertemuan kita kali ini dalam suasana pengajian yang dibungkus silaturahmi melalui Thoriqoh. Selain itu OKU Timur sudah memilih langkah baik dengan memperbaiki insfratruktur sehingga tidak ada lagi hutang provinsi ke kabupaten,” ujarnya.

Setelah infrastruktur mendekati selesai sekarang fokus ke produktifitas, angka kemiskinan di OKU Timur telah menduduki angka terendah.

“Kita harus mampu menjadi contoh untuk kabupaten lain, dan kedepan  saya menginginkan hanya satu digit mengenai angka kemiskinan,” katanya

Selanjutnya Herman Deru juga menyampaikan “ Hari ini banyak kegiatan yang sudah saya hadiri mulai dari sesudah subuh tadi. Tadi sempat menghadiri launching Samsat Online Sumatera Selatan (SOS). Jadi mulai hari ini bapak-bapak yang hendak bayar pajak kendaraan cukup lewat online. Dari pajak inilah dana perbaikan jalan kita kumpulkan”, tegas Herman Deru.

Dikesempatan ini juga Herman Deru mengingatkan jemaah Thoriqoh untuk tetap menghindari pembakaran hutan dan lahan. Karena dampak yang timbul sangat luas. Selain kabut asap dampak sosial lainnya akan mengganggu ekonomi masyarakat.

Sementara, Bupati OKU Timur Kholid Mawardi S.Sos, M.Si dalam kultumnya menjelaskan Bumi Sebiduk Sehaluan, berkembang dengan produk pertanian berupa beras organik dan peternakan, kedepan masyarakat diharapkan mampu memiliki penghasilan ekonomi yang berbasis syariah.

Dia mencontohkan koperasi syariah. “Banyak  kita jumpai koperasi  berbasis  non muslim namun memiliki anggota muslim. Melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan itu memang berat sekali, tetapi kita harus tetap optimistis,” katanya.