Tuesday, November 19Referensi Bisnis Sumatera Selatan

Sukses Berbisnis Kuliner

Yusuf Budiman

Di ITB diadakan acara Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2017, bertempat di Aula Timur ITB, acara yang dilaksanakan pada Minggu 16 April 2017 lalu.  Disini semua peserta yang datang dapat memperlihatkan produk dan marketing bisnisnya dan juga di berikan masukan-masukan bisnis dari dosen-dosen SBM ITB. Saya diantara banyak remaja di Indonesia sudah memulai bisnis saya sendiri, saya memiliki usaha kuliner bernama “Warung Si Kaka” menjual aneka rice bowl khas bandung dan juga makanan ringan khas bandung hampir dua tahun, dan menurut saya itu sangat menarik dan sangat menantang.

Saya rajin mengikuti bazar dan pameran kuliner di bandung hingga luar kota dari tahun 2015, yang saya dapatkan adalah banyak sekali saya bertemu dengan pemilik tenant yang lain dari berbagai kalangan usia dan latar belakang berbeda, saya banyak sekali bertukar cerita dan hingga kini kami menjadi seperti sahabat dekat. Setiap kali pameran ata event-event di Indonesia kami saling bertukar informasi. Karena mereka lebih dahulu berkecimpung di dunia usaha, saya sangat senang bertanya dan bertanya serta belajar dari mereka dan juga kita saling terbuka bagaimana bisnis yang sebenarnya di dunia nyata terjadi dan cara menghadapinya.

Di awal tahun saya buka, saya benar-benar berani dan mencoba-coba namun ternyata antusias dari konsumen sangat baik dan makanan yang saya jual sold out seketika, dari pameran pertama yang di bantu dua orang rumah saya belajar bagaimana cara mengatasinya, mengatur bahan makanan, tata letak di meja, dan lainnya. Terus menerus saya mengikuti pameran ternyata saya sudah mulai terbiasa, dan mengurangi kesalahan-kesalahan yang fatal. Bahkan saya sempat dan sudah bisa saat ini jika di akhir pecan saya dapat membuka tenant di 3 tempat dan 3 kota berbeda. Alhamdulilah hingga saat ini saya sudah memiliki 10 orang pegawai, dan semua nya bahagia dari awal saya buka hingga saat ini semua masih setia bersama saya. Cara menemukan pegawai, saya mencari melalui koran, saya seleksi dan Alhamdulillah cocok. Juga bagaimana saya harus bisa membuat tampilan tenant saya menarik dari segi kemasan, meja, kursi, hingga menu dan poster. Karena makanan dan saya pecinta warna kuning, saya mengambil tema dari warung si kaka kuning, jadi jika berbisnis kuliner dan mau mengikuti pameran-pameran harus memiliki team yang kuat dan dapat di percaya juga tampilan tenant yang super menarik dan modern. Dan tak lupa rasa dari makanan harus super enak tanpa bahan pengawet atau perasa.

Banyak sekali susah senang dari berbisnis, namun dari bisnis sendiri banyak sekali suka dan pengalaman yang di ambil dari pada belajar di kampus atau hanya menjadi pegawai di kantoran. Kita lebih banyak bertemu dengan konsumen dengan karakter yang sangat berbeda-beda, kita tahu bagaimana cara marketing yang sesungguhnya dan yang bena-benar ampuh, dan kebahagian terbesar dalam hidup saya saat berbisnis yaitu ketika saya melihat konsumen yang makan, menghabiskan makanan nya, dan juga meminta bungkus untuk di bawa pulang, dan yang tak lupa menanyakan dimana saya membuka tempat saya selain di pameran. Alhamdulilah saya sudah memiliki tiga tempat di Cimahi, Jl. Sudirman Bandung, dan di Jl. Riau Bandung.

Saat ini usia saya masih 22 tahun sudah bisa menghasilkan uang, tahu sangat susahnya mencari uang namun menghasilakan kebahagiaan dan dapat tahu arti uang sebenarnya itu sangat pengalaman dan hidup yang saya jalani sekarang adalah tujuan hidup saya. Jadi ber wirausaha itu sangatlah penting dan di butuhkan di Indonesia, karena yang terpenting lainnya adalah kita dapat membuka lapangan usaha baru, dari sepuluh karyawan saya, 3 diantaranya adala kepala rumah tangga. Bagaimana bahagianya saya dapat memberikan penghasilan dan kebahagian bagi mereka yang memang membutuhkan untuk keberlangsungan hidup keluarganya, kita sebagai pemilik haruslah memberikan kasih sayang dan perhatian maksimal terhadap semua karyawan yang say amiliki sama seperti kepada keluarga. Semua pilihan hidup emmang memiliki rseiko, apalagi berbisnis sungguh memilijki resiko tinggi tapi dengan keyakinan semua itu pasti bisa di lalui dan menggapai apa yang kita mau dan iginkan serta bermanfaat bagi semua orang. (*)

*Oleh : Yusuf Budiman

Mahasiswa Master of Business Administration ITB (MBA-ITB)