Monday, May 25Referensi Bisnis Sumatera Selatan
Shadow

Relaksasi Selisih Bunga Diharapkan Cegah Kredit Macet

EKSEL – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa terkait dengan stimulus yang baru diumumkan yakni perluasan sektor itu bagian daripada yang Rp70 triliun jaring pengaman sektor ekonomi. “Tentu kita mencegah agar kreditnya tidak menjadi macet, oleh karena itu relaksasi yang diberikan adalah adanya subsidi bunga maupun pokok. Nah tentu sesudah ada akan ada restrukturisasi,” ujar Menko Perekonomian

Tentu, menurut Menko Perekonomian,  nanti akan ada yang sedang dibahas pemulihan ekonomi nasional paket sesuai dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) berkaitan dengan pemulihan ekonomi nasional. “Kemudian terkait dengan sektor-sektor usaha, diharapkan dengan pemberian Pasal 21 yang diperluas selama 6 bulan itu mempunyai dampak viskalnya kan sekitar Rp15,7 triliun, diharapkan ini mampu menahan PHK. Tentunya ini ada fasilitas-fasilitas tersebut memberikan kelonggaran kepada dunia usaha untuk sebesar mungkin tidak melakukan PHK,” imbuh Menko Perekonomian.

Terkait dengan larangan mudik, Menko menjelaskan bahwa Pemerintah sudah mendorong di desa itu ada program padat karya sehingga tentu dengan Dana Desa yang digelontorkan diharapkan bisa menjaga daya beli ataupun jumlah uang yang beredar di pedesaan ataupun di wilayah-wilayah kecamatan. “Kemudian yang terkait dengan stimulus nanti Bu Menteri Keuangan akan menjelaskan, bahwa itu kan yang masuk di dalam Perpu ini adalah Rp405 triliun. Dan tentu kita akan mengekses berapa jauh dan berapa dalam,” jelas Menko Perekonomin.

Nah ini semua, menurut Menko Perekonomian, masih menghitung kedalaman dan kelamaan daripada pandemi Covid-19 ini dan pemerintah selalu akan mengevaluasi tetapi tidak sembrono artinya Pemerintah menjaga kredibilitas daripada keuangan dan tentunya setiap saat evaluasi bisa dilakukan.

Terkait dengan Kartu Prakerja, menurut Menko Perekonomian, Pemerintah sudah punya banyak BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan itu seperti dijelaskan dalam BLT itu paketnya ada Rp105 triliun dan di dalam paket Rp105 triliun itu tambahan untuk Kartu Prakerja sebesar Rp10 triliun.

“Kenapa Kartu Prakerja ini dikonversi menjadi jaring pengaman sosial, karena program yang semula untuk reskilling dan upskilling ini karena situasi perekonomian semuanya sedang mengalami shock, demand shock, supply shock, production shock, maka tentu kita memberikan kepada mereka yang dirumahkan,” ungkap Airlangga.

Sumber: https://setkab.go.id/relaksasi-subsidi-bunga-maupun-pokok-cegah-kredit-tidak-macet/