Friday, August 14Referensi Bisnis Sumatera Selatan
Shadow

Penderita Disabilitas Ini Terharu Dapat Bantuan Modal Dari Wawako

EKSEL – Kegigihan Ibrahim memberi nafkah keluarga dengan menjalankan jasa servis handphone, menarik perhatian Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda. 

Ibrahim adalah penderita disabilitas. Usaha servis hp itu sudah digelutinya lima tahun. Saban hari ia berkeliling dengan motor, menawarkan jasanya. Kini, usahanya harus terhenti karena motornya rusak. 

“Saya sangat kagum dengan pak Ibrahim. Meskipun disabilitas, tetapi beliau tidak pernah mengeluh, dan tetap berusaha mencari nafkah untuk keluarga dengan memperbaiki HP rusak,” ujar Fitrianti.

Dalam kunjungan itu, Fitrianti juga memberikan bantuan modal usaha tanpa bunga dan agunan kepada Ibrahim. 

“Harapan kita bantuan modal usaha ini dapat bermanfaat dan usaha pak Ibrahim bisa dilanjutkan lagi,” ujar Fitrianti. 

Ia juga meminta lurah dan camat untuk menghimpun warga yang membutuhkan modal usaha, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini banyak sektor yang terpengaruh terutama perekonomian masyarakat. 

Fitrianti menerangkan, tahun ini Pemkot Palembang menargetkan 4.000 usaha mikro kecil menengah (UMKM) mendapatkan bantuan tanpa bunga dan agunan ini. 

“Sekarang baru ada 300 UMKM. Tapi belum semuanya diverifikasi oleh BPR. Karena selama Januari tidak banyak aktivitas dan lebih banyak di rumah. Masyarakat yang membutuhkan dan memang ada usaha bisa melapor dengan lurah dan camat setempat agar kita berikan bantuan,” kata Fitrianti. 

Besaran modal usaha, kata Fitri sekitar Rp3 juta. Tetapi pihaknya akan mengajukan kembali untuk menambah nominal menjadi Rp5 juta. 

“Karena 3 juta ini sudah tidak sesuai lagi, apalagi kebutuhan bahan mulai naik semua. Nanti ada juga pinjaman mandiri tanpa bunga, tapi sekarang masih kita kaji. Mudah-mudahan bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan modal usaha.”

Selain itu, Fitrianti menambahkan, kriteria masyarakat untuk mendapatkan modal usaha cukup mudah. 

Pertama memiliki usaha minimal 1 bulan berjalan, warga Palembang dan jangka pinjaman 1 tahun. Dan diangsur 250 ribu per bulan. 

Sementara itu Ibrahim (58), warga Kelurahan Silaberanti mengatakan, usahanya reparasi HP rusak yang digelutinya sudah lima tahun berjalan. 

Dia biasa membuka lapak di Pasar Cinde, tetapi sudah satu tahun ini tidak buka karena kendaraanya yang sudah dimodifikasi ini rusak parah. 

“Iya, sudah satu tahun ini hanya di rumah saja memperbaiki HPnya,” ujar ayah tiga anak ini.

Dia sangat berterima kasih atas bantuan modal tanpa agunan oleh Wawako dan memperbaiki motornya yang rusak.

“Alhamdulillah saya sangat berterima kasih atas bantuan ini, dengan bantuan ini saya bisa beraktivitas lagi,” ucapnya.

Diakuinya, pendapatannya pe rhari Rp75 ribu, tetapi selama di rumah saja hanya sedikit yang reparasi. Untungnya ada bantuan dari RT untuk makan sehari-hari. 

“Alhamdulillah, RT dan tetangga di sini baik dan sudah menganggap seperti keluarga, jadi makan sehari-hari diberikan oleh mereka,” kata Ibrahim.