Sunday, July 5Referensi Bisnis Sumatera Selatan
Shadow

Pemprov Sumsel Mulai Siaga Hadapi Karhutla

EKSEL – Berbagai upaya terus dilakukan Pemprov Sumsel dalam mencegah dan menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kerap terjadi diwilayah Sumsel.

Untuk pencegahan Karhutla di tahun 2020 ini, Pemprov Sumsel akan segera menyalurkan bantuan peralatan, sarana dan prasaran pencegahan Karhutla kepada kabupaten/kota di Sumsel.

Hal tersebut disampaikan langsung Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H Nasrun Umar saat memimpin rapat penjelasan bantuan Gubernur Sumsel dalam rangka pencegahan dan kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan tahun 2020 di 10 kabupaten/kota di Sumsel, berlangsung di Ruang Rapat Setda Pemprov Sumsel, Kamis (11/6/2020).

Nasrun Umar mengatakan, Gubernur Sumsel H Herman Deru sangat konsen dan perduli terhadap penanganan Karhutlah ini agar dapat di intensifkan.

Ada 10 daerah yang berpotensi Karhutlah di Sumsel dan tentu mendapatkan perhatian dari Pemprov Sumsel yaitu Kabupaten Ogan Ilir, OKI, OKU Timur, OKU, Muara Enim, PALI, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muratara, dan Kabupaten Musi Rawas.

“Saya berharap kita tidak lelah berjuang mengatasi dan mengantisipasi Karhutla yang mana setiap tahun kerap terjadi diwilayah Sumsel, ” ujar Nasrun Umar kepada para kepala BPBD yang hadir pada rapat tersebut.

Dia menjelaskan, pencegahan dan penanganan Karhutla akan sulit dilakukan sendiri oleh kabupaten/kota sehingga perlu adanya dukungan dari Pemprov Sumsel.

Saat ini sudah ada usulan dari kabupaten/kota berpotensi Karhutla kepada Pemprov Sumsel namun perlu adanya penyesuaian dan strategi penganggaran yang efektiv dan efisien, untuk itu rapat tersebut digelar.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sumsel Iriansyah mengatakan, seperti arahan Gubernur Sumsel bahwa jangan sampai terjadi Karhutlah di Sumsel tahun ini dengan melakukan berbagai upaya penanganan bersama-sama.

“Pemprov Sumsel sangat intens sekali dalam pencegahan karhutlah walaupun di tengah pandemi Covid-19 saat ini,” terangnya.

Turut hadir kepala OPD terkait dilingkungan Pemprov Sumsel dan 10 kepala BPBD kabupaten/kota berpotensi Karhutla di Sumsel.