Thursday, August 22Referensi Bisnis Sumatera Selatan

Pemkot Akan akan Renovasi Saluran Air Pasar Lemabang

Fitrianti Agustinda saat meninjau Pasar Lemabang.
FOTO : PEMKOT PALEMBANG

EKSEL – Bahu jalan RE Martadinata Kelurahan 3 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) II yang digunakan pedagang untuk berjualan kerap terendam banjir saat hujan turun.

Pasalnya, saluran air yang melingkar bermuara Sungai Sianjur yang menggeliling bahu jalan tersebut hilang karena di timbun secara permanen digunakan untuk lapak pedagang.

Banjir yang kerap menggangu aktifitas warga ini diketahui Fitri, setelah melakukan pertemuan dengan ketua Rukun Tetangga (RT) yang ada di ruang lingkup Kelurahan 3 Ilir, Kamis (28/2/2019).

“Dari pertemuan RT dan RW ini banyak sekali kita temukan persoalan mulai dari sungai yang butuh di revitalisasi, jalan yang butuh diperbaiki, hingga genangan banjir yang kerap dikeluhkan warga di kawasan Pasar Lemabang ini,” kata Fitri.

Kalau jalan rusak dan revitalisasi sungai, kata Fitri, Pemkot Palembang bisa berkoordinasi dengan perusahaan yang ada diseputaran kawasan itu.

“Kalau kita perhatikan disini banyak sekali perusahaan BUMN, jadi kita bisa minta bantuan mereka,nanti akan kita panggil kalau kita membutuhkan bantuan mereka,” katanya.

Yang cukup mencengangkan, dari penelusuran muara saluran air, tepat diseberang Pasar tradisional Lemabang ini.

Fitri cukup penasaran setelah menelusuri saluran air tersebut, yang terputus tepat dibahu jalan yang kini berubah fungsi digunakan pedagang sebagai lapak berjualan.

“Ini saluran airnya hilang, tepat ditengah jalan, inilah yang menjadi penyebab banjir selama ini, karena air tidak berjalan di saluran air, air mengeluap karena tidak ada saluran,” katanya.

Meski ada sisa saluran air itu, kata Fitri sudah mengalami sedimentasi oleh sampah pedagang yang menutupi permukaan.

“Kita akan kembalikan fungsi saluran air yang hilang selama ini, kita mintakan kepada PU untuk melakukan pembongkaran dan membuat saluran air itu kembali,” tegasnya.

Nah, pedagang yang berjualan dibahu jalan ini, kata Fitri akan diberikan pengertian bahwa bahu jalan bukanlah tempat untuk pedagang, dan mereka akan ditata untuk berjualan dalam pasar.

“Kita bukan ingin membatasi rejeki mereka, kita ingin tegas,bukan kita tidak memahami kondisi mereka tapi kita ingin semua tertib,” jelasnya