Friday, August 14Referensi Bisnis Sumatera Selatan
Shadow

OJK Minta Masyarakat Jangan Percaya Hoax Penarikan Dana Perbankan

EKSEL – Menyikapi beredarnya informasi hoax di sosial media yang mengajak untuk melakukan penarikan dana di perbankan, OJK secara tegas menyampaikan bahwa informasi yang beredar tersebut adalah informasi hoax dan tidak benar.

Berdasarkan data OJK Mei 2020, tingkat permodalan dan likuiditas perbankan masih dalam kondisi yang aman. Rasio kecukupan permodalan (CAR) perbankan sebesar 22,16% (di atas ketentuan), sementara hingga 17 Juni, rasio alat likuid/ non-core deposit dan alat likuid/DPK terpantau pada level 123,2% dan 26,2% jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

Kepala OJK Regional 7 Sumatera Bagan Selatan, Untung Nugroho, menegaskan bahwa kegiatan menyebarkan infrmasi hoax ini menyebabkan keresahan di masyarakat, memberikan kerugian bagi para nasabah, menguntungkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang mengambil keuntungan dari fluktuasi kurs dan indeks saham akibat masyarakat, dan pada akhirnya dapat membahayakan pelaku usaha dan perekonomian karena perputaran uang tidak berjalan.

OJK sendiri telah melaporkan informasi hoax ini kepada pihak Bareskrim Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk diusut dan ditindak sesuai ketentuan karena telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Sebagai reminder, sesuai Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), para penyebar hoax diancam hukuman penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Dalam kesempatan yang sama, Untung Nugroho kembali menghimbau masyarakat agar senantiasa memastikan informasi tentang keuangan yang diterima adalah informasi yang benar dan valid dengan menghubungi Kontak OJK di nomor 157 atau layanan Whatsapp resmi 081157157157. Masyarakat juga dapat memantau update kebijakan dan informasi dari OJK secara resmi melalui media sosial, di antaranya instagram @ojkindonesia, facebook Otoritas Jasa Keuangan, dan twitter @ojkindonesia.