Thursday, October 17Referensi Bisnis Sumatera Selatan

Modifikasi Cuaca, 14,4 Ton Garam Sudah Disemai

EKSEL – Sejak 28 September hingga 3 Oktober upaya Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) telah dilakukan sebanyak 18 kali penerbangan dengan total garam yang disemai ada sekitar 14,4 ton.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menyebut, selain dengan TMC, upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan juga dilakukan dengan water bombing yang telah dilakukan sebanyak 521 kali.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori menyebut, pihaknya sudah melakukan TMC untuk mendatangkan hujan di beberapa wilayah agar mampu meminimalisir terjadinya karhutla.

“Tercatat, sejak September lalu TMC yang telah dilakukan sebanyak 18 kali penerbangan dengan total garam yang disemai sebanyak 14,4 ton,” ujar Ansori, Senin (7/10/2019).

Menurutnya, TMC dilakukan di beberapa wilayah seperti di Kabupaten Banyuasin, OKI dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Dari TMC yang dilakukan diakui sudah berhasil mendatangkan hujan, meski intensitasnya tidak seperti musim hujan.

“Selain itu, sembilan helikopter yang kita terjunkan untuk melakukan water bombing telah terbang sebanyak 521 kali untuk melakukan bom air,” katanya.

Pihaknya menyebut, sejak 28 September atau pasca hujan di Kota Palembang, kondisi hotspot (titik panas) kembali meningkat sehingga pihaknya juga harus terus bersiaga untuk mencegah dan memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumsel.

Dalam pemadaman karhutla sendiri terkadang menemui kendala. Salah satunya sulitnya akses menuju lokasi, sehingga tim satuan petugas karhutla darat tidak mampu menjangkau lokasi kebakaran dan mengandalkan pemadaman udara,” tambahnya.

Dari data diperoleh, hingga Senin (7/10) pukul 16.10, berdasarkan Lembaga Antariksa dan Penerbangan (Lapan), hotspot yang tercatat di Sumsel ada sebanya 25 titik dan paling banyak tersebar di Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir.

“Kami berharap hujan ini mampu membasahi lahan sehingga kondisi lahan tetap lembab dan terhindar dari kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.