Thursday, October 17Referensi Bisnis Sumatera Selatan

Grab Diminta Bantu Kembangkan Industri Kuliner di Sumsel

EKSEL – Keberadaan angkutan trasportasi umum berbasis online  di Sumatera Selatan, diharapkan dapat memberikan nilai lebih bagi masyarakat.  Di samping itu  keberadaan  trasportasi namun juga harus didukung  dengan keberadaan shelter halte di beberapa titik seperti lokasi  bus trans musi serta Light Rail Transit (LRT). Harapan itu diungkapkan Gubernur Sumsel H. Herman Deru ketika menerima manajemen Grab di ruang tamu gubernur, Rabu (25/9).

“Keberadaan Grab di Sumsel kita harapkan dapat mendukung program pemerintah bukan saja bidang transportasi melainkan bidang infrastruktur seperti pembuatan shelter halte,” tegas Herman Deru

Lebih lanjut dia meminta keberadaan Grab juga dapat menumbuh kembangkan industri kuliner halal  di Sumsel terutama di Kota Palembang dengan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam  memperkenalkan produk-produk halal.  Disamping meningkatkan minat baca masyarakat dengan kelengkapan bahan bacaan di setiap shelter halte.

“Saya tidak hanya menginginkan shelter yang telah dibangun Grab mubazir begitu saja.  Namun yang lebih penting Grab bisa berinovasi  dengan tampilan  design shelter secara menarik. Shelter dapat juga  disediakan  buku bacaan, brosur dan sejenisnya,” tambahnya.

Gubernur berharap dengan banyaknya inovasi yang  perbuat Grab, industri transportasi berbasis online di Sumsel akan lebih berkembang. Sebab  selain memudahkan masyarakat biaya yang dikeluarkan juga tidak membebani.

Sementara itu City Manager Grab Sumsel, Siswantoro  dihadapan Gubernur menegaskan tujuan pembangunan shalter Grab  di Kota  Palembang bagian dari dukungan pihaknya dalam membuat  angkutan yang  terintegrasi  (shelter halte) dengan transportasi  umum lainnya.

“Sejauh ini  sudah ada  enam titik shelter halte Grab  yang telah kita buat yakni  Stasiun  LRT, Bumi Sriwijaya, Stasiun Jakabaring, Polresta, serta DJKA, sesuai dengan arahan kementrian,” ujarnya.

Dikesempatan ini Grab Palembang  mengundang Gubernur, untuk  hadir membuka acara Grab Indonesia Safety Riding  menepis aksi kriminal dan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas.

Untuk diketahui tempat perhentian bus atau halte bus atau shelter atau pemberhentian  bus merupakan  adalah tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang bus. Biasanya ditempatkan pada jaringan pelayanan angkutan bus.

Saat menerima audensi manajemen Grab kali ini Gubernur didampingi Asisten II  Bidang Ekonomi dan Keuangan Yohannes Toruan, Kepala Biro Umum , Ahmad Zaki.  Staf Khusus Bidang SDM antar Lembaga,Syamsu Sugianto. Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi Informasi Sumsel Imansyah.