Sunday, April 18Referensi Bisnis Sumatera Selatan
Shadow

DJP Sumsel Babel Sita Aset 18 Wajib Pajak yang Menunggak

EKSEL – Kanwil Ditjen Pajak Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung melakukan kegiatan penagihan dalam bentuk sita serentak, Rabu (17/3). Sita serentak kali ini dilakukan oleh 11 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yaitu: KPP Madya Palembang, KPP Palembang Ilir Barat, KPP Palembang Ilir Timur, KPP Lubuklinggau, KPP Lahat, KPP Prabumulih, KPP Baturaja, KPP Pangkalpinang, KPP Kayu Agung, KPP Sekayu, dan KPP Bangka. Penyitaan adalah salah satu langkah penegakan hukum perpajakan. Untuk mensukseskan kegiatan tindakan penagihan serentak ini, KPP bekerjasama dengan aparat keamanan.

Sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa, bahwa Penagihan Pajak adalah serangkaian tindakan agar Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak dengan menegur atau memperingatkan, melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus, memberitahukan Surat Paksa, mengusulkan pencegahan, melaksanakan penyitaan, melaksanakan penyanderaan, menjual barang yang telah disita. Penyitaan adalah tindakan Jurusita Pajak untuk menguasai barang Penanggung Pajak, guna
dijadikan jaminan untuk melunasi utang pajak menurut peraturan perundang-undangan.

Kegiatan Sita Serentak ini dilakukan kepada 18 wajib pajak yang mempunyai total sisa tunggakan sebesar Rp 6.4 milyar. Barang yang disita di antaranya berupa 3 bidang tanah, 7 mobil/ truk, 2 motor, dan laptop. Barang sita tersebut selanjutnya akan dilelang apabila dalam jangka waktu 14 hari setelah penyitaan, utang pajak tetap tidak dilunasi.

Upaya penagihan serentak dalam bentuk “Sita Serentak” ini diharapkan dapat meningkatkan penerimaan pajak di Kanwil Ditjen Pajak Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan akan meningkatkan kesadaran Wajib Pajak lainnya terhadap pemenuhan kewajiban perpajakannya.