Saturday, May 8Referensi Bisnis Sumatera Selatan
Shadow

DJP Sumsel Babel Sita Aset 13 Wajib Pajak Nakal

EKSEL – Kanwil Ditjen Pajak (DJP) Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung melakukan kegiatan penagihan dalam bentuk sita serentak, Rabu (7/4). Sita serentak kali ini dilakukan oleh 11 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di wilayah Sumsel dan Kep. Bangka Belitung. Penyitaan adalah salah satu langkah penegakan hukum perpajakan. Untuk mensukseskan kegiatan tindakan penagihan serentak ini, KPP bekerjasama dengan aparat keamanan.


Sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa, bahwa Penagihan Pajak adalah serangkaian tindakan agar Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak dengan menegur atau memperingatkan, melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus, memberitahukan Surat Paksa, mengusulkan pencegahan, melaksanakan penyitaan, melaksanakan penyanderaan, menjual barang yang telah disita. Penyitaan adalah tindakan Jurusita Pajak untuk menguasai barang Penanggung Pajak, guna dijadikan jaminan untuk melunasi utang pajak menurut peraturan perundang-undangan.


Kegiatan Sita Serentak ini dilakukan kepada 13 wajib pajak yang mempunyai total sisa tunggakan sebesar Rp 4,1 milyar. Barang yang disita di antaranya berupa 1 rekening bank, uang tunai, 2 mobil/ truk, 3 motor, 2 tanah/bangunan dan 2 unit perlengkapan. Barang sita tersebut selanjutnya akan dilelang apabila dalam jangka waktu 14 hari setelah penyitaan, utang pajak tetap tidak dilunasi.


Upaya penagihan serentak dalam bentuk “Sita Serentak” ini diharapkan dapat meningkatkan penerimaan pajak di Kanwil Ditjen Pajak Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan akan meningkatkan kesadaran Wajib Pajak lainnya terhadap pemenuhan kewajiban perpajakannya.