Thursday, October 17Referensi Bisnis Sumatera Selatan

Dari 50 Bank di Sumsel, Hanya 10 Yang Aktif Laporkan Temuan Uang Palsu

EKSEL – Sebanyak 6.900 lembar pecahan uang palsu hasil dari setoran perbankan dan yang diterima di loket Bank Indonesia sejak 2017 lalu, dimusnahkan. Kemarin (09/10/2019) secara simbolis uang tersebut dimusnahkan di kantor Bank Indonesia Regional Sumatera Selatan.

Kepala Perwakilan Indonesia Propinsi Sumatera Selatan, Yunita Resmi Sari mengatakan, untuk melakukan pemusnahan uang palsu harus melalui proses terlebih dahulu, dikumpulkan dahulu lalu dikirim ke Jakarta.

“Setelah ada penetapan dari Pengadilan Negeri (PN) uang palsu tersebut baru bisa dimusnahkan. Yang menyatakan uang tersebut palsu atau tidak, dan layak atau tidak adalah Bank Indonesia. Maka kita berharap untuk kerjasamanya pihak perbankan dan juga masyarakat untuk bersama- sama memberantas uang palsu,” paparnya.

Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan jumlah uang palsu yang masuk ke perbankan jauh lebih banyak lagi dari yang total yang akan dimusnahkan saat ini. Karena sampai saat ini masih banyak perbankkan yang tidak melaporkan temuan uang palsu ke Bank Indonesia.

“Namun, dari 50 perbankan yang ada di Sumsel, hanya 10 bank yang aktif meIaporkan adanya temuan uang palsu. Saya meminta pihak perbankan untuk aktif melakukan pelaporan,” tegasnya.

Menurut dia, laporan langsung sebagai bentuk dukungan untuk menghilangkan peredaran uang palsu. “Sayangnya, justu ada satu bank terbesar yang memiliki nasabah banyak justru tidak melapor adanya temuan uang palsu,” ungkap Yunita.

Yunita mengungkapkan, di wilayah Sumsel didapatkan pecahan 100 ribu mencapai 3.662 lembar, pecahan 50 ribu sebanyak 2.719 lembar, pecahan 20 ribu sebanyak 412 lembar dan pecahan 10 ribu 82 lembar serta 5 ribu 25 lembar.