Saturday, December 7Referensi Bisnis Sumatera Selatan

Market

Dinas Perkebunan Tetapkan Harga Sawit Periode I Oktober, Berikut Daftarnya

Dinas Perkebunan Tetapkan Harga Sawit Periode I Oktober, Berikut Daftarnya

Komoditi, Market
EKSEL.COM – Dinas Perkebunan Sumsel telah memutuskan haga terbaru untuk komoditas sawit pada periode pertama Oktober 2016 ini. Berdasarkan hasil rapat, harga untuk Tandan Buah Segar (TBS) yakni sebesar 1.941,06. Sedangkan untuk harga CPO yakni sebesar Rp 8.522,64. Dinas Perkebunan menyatakan, harga tersebut berlaku sejak 7 Oktober hingga 16 Oktober mendatang. “Rapat berikutnya akan dilakukan pada Selasa, 18 Oktober 2016,” katanya melalui media social. (med)  
Dua SPBU di Palembang ini Stop Jual Premium

Dua SPBU di Palembang ini Stop Jual Premium

Market, Migas
PALEMBANG – Demi meningkatkan konsumsi bahan bakar non subsidi, PT Pertamia Marketing Operation Region II memutuskan untuk tidak menjual premium pada 2 SPBU yakni SPBU Coco Bukit Golf dan Coco Plaju. Manager Communication and Relation area Sumbagsel, Rico Raspati mengakui hal tersebut. Menurutnya, penyetopan tersebut lantaran meningkatkan untuk meningkatkan konsumsi BBM non subsidi terutama Pertalite. Apalagi, saat ini konsumsi pertalite dan Pertamax terus meningkat. "Sejak diluncurkan tahun lalu, konsumsi Pertalite meningkat tajam," ujarnya. Katanya, Pertalite merupakan BBM ramah lingkungan. Saat ini, banyak masyarakat yang sudah sadar dan konsen pentingnya hal tersebut. Oleh karenanya banyak masyarakat yang beralih. "Ini merupakan pilot project dan percontohan," ungkap dia. Saat i
Faktor Cuaca, Harga Kentang Melambung

Faktor Cuaca, Harga Kentang Melambung

Market, Pasar Tradisional
PALEMBANG  - Harga Kentang di Pasar Perumnas melambung tinggi. Pantauan Eksel di pasar tersebut, harganya sebesar Rp 15 ribu. Padahal, normalnya harga kentang itu tak sampai Rp 10 Ribu. Salah satu penyebabnya adalah karena kondisi cuaca tak menentu. Salah satu pedagang di Pasar perumnas mengatakan harga kentang memang mengalami kenaikan.”Memang dari mulai awal bulan ini dek harga kentang ni naik terus,dikarenakan cuaca tak menentu ni dek jadi petani banyak gagal panen ,” katanya berbincang kepada wartawan  media eksel. Pembeli di pasar tersebut, Evi mengatakan  berharap harga kentang cepat kembali normal seprti biasa nya. "Semoga harga cepat stabil kembali,” katanya (med)
Turun Rp 2 Ribu, Pembeli Telur Senang

Turun Rp 2 Ribu, Pembeli Telur Senang

Market, Pasar Tradisional
PALEMBANG – Kabar gembira bagi warga Palembang. Harga telur di pasar Perumnas Palembang mengalami penurunan. Sebelumnya harga telur di pasar itu sebesar Rp 19.000 pada jumat, 7 Oktober lalu. Namun pada hari  Minggu, 9 Oktober hanya Rp 17000. Salah satu  pedagang di pasar perumnas mengungkapkan turunnya harga itu memang sudah terjadi dari hari sebelumnya.”Pada hari jumat kemaren dek hargo Rp 19000,sekarang cuman Rp  17000 lagi dek," katanya kepada ekonomisumsel.com. Pembeli di pasar tersebut, Nursidik mengatakan dia sangat senang dengan turunnya harga telur. ”Semoga harga telur tetap seperti ini terus,”ujarnya (med)
Harga Cabe Merah Masih Stabil

Harga Cabe Merah Masih Stabil

Market, Pasar Tradisional
PALEMBANG -  Harga cabai merah di Pasar Perumnas Palembang tak mengalami perubahan berarti dibandingkan hari-hari sebelumnya. Berdasarkan pantauan eksel (ekonomisumsel.com) di pasar tersebut harga komoditi ini sebesar Rp40 ribu per kilonya. Salah satu pedagang di Pasar Perumnas mengatakan, harga itu memang sudah standar. “Dak berubah, kak, hargonyo tetep samo dengan kemarin,” katanya ketika dibincangi wartawan media ini. Pembeli di pasar tersebut, Ardi mengatakan, dia berharap harga ini tetap bertahan seterusnya. Sebab, ini tidak memberatkan kantongnya. “Semoga pemerintah bisa menjaga harga ini,” pungkasnya. (med)
Sumsel Gandeng Jepang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Sumsel Gandeng Jepang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Energi, Market
PALEMBANG - Rencana Pemerintah Provinsi Sumsel membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan Jakabaring Palembang, pengerjaannya diperkirakan akan dilaksanakan awal 2017 mendatang. Proyek 2 Megawatt ini merupakan kerjasama Pemerintah Sumsel bersama investor asal Jepang Sharp Corporation dan akan menjadi awal dari pembangunan PLTS dengan skala lebih besar lagi. Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, progres pembangunan PLTS ini mengalami keterlambatan diakibatkan karena permasalahan lahan. Namun dalam waktu dekan permasalahan ini segera diselesaikan bersamaan dengan penyelesaian beberapa hal yang harus disiapkan terkait administrasi bersama pihak PLN. "Progresnya masih terus berjalan dan terus dilakukan percepatan, kita masih menunggu rapat terkoneksi selanjutnya tang...
Harga Kopi Mahal,Petani Kopi Oku Selatan Gigit Jari, Kenapa Ya ?

Harga Kopi Mahal,Petani Kopi Oku Selatan Gigit Jari, Kenapa Ya ?

#, Komoditi, Market
PALEMBANG – Petani kopi Desa Gedung Wani, Kecamatan Runjung Agung, Oku Selatan kini gigit jari. Hal itu dikarenakan naiknya harga kopi menjadi Rp 19.500 per kilo. Namun, petani tersebut justru tidak memiliki stok kopi untuk dijual. Saat ini, mereka hanya bisa memupuk lahan ataupun membersihkan lahan yang ada. Padahal mereka ingin sekali menjual kopi dengan harga yang mahal. “Kopi sudah habis, sedangkan harga mahal tetapi kami tak ada stok di gudang,” kata petani di Desa Gedung Wani, Runjung Agung, Oku Selatan, Merdani kepada ekonomisumsel.com . (med)
Rusia dan Pakistan jadi Pasar Baru untuk Sawit Sumsel

Rusia dan Pakistan jadi Pasar Baru untuk Sawit Sumsel

Komoditi, Market
PALEMBANG -  Ada harapan baru bagi industry sawit. Ketua Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (Gapki) Sumsel, Hari Hartanto mengatakan, sejumlah aspek yang mampu membangkitkannya. Baik berasal dari faktor eksternal dan internal. Untuk faktor eksternal, kini pasar ekspor sawit sudah mendapatkan pasar baru yang berdaya serap cukup besar ke negara Rusia dan Pakistan. “Selama ini kita hanya mengandalkan pasar ekspor ke China, India, Amerika, dan sebagian kecil Eropa saja,” kata dia. Menurut dia,  terbukanya pasar ekspor baru saat ini, sedikit banyak sudah mulai dirasakan. Salah satunya dilihat dari harga Tandan Buah Segar (TBS) hingga akhir bulan ini diangka  Rp 1.844 per kilogram. “Meski lonjakan harga tidak begitu besar, namun grafiknya terus menunjukan tren kenaikan,” ujarnya. Sementara,
Hari Pertama Oktober, Harga di Pasar Relatif Stabil

Hari Pertama Oktober, Harga di Pasar Relatif Stabil

Market, Pasar Tradisional
PALEMBANG – Harga beberapa bahan pokok di Pasar 16 Ilir pada awal Oktober ini relatif stabil dibandingkan hari sebelumnya. Pantauan ekonomisumsel.com untuk harga telur ayam di pasar tersebut hanya turun sebesar Rp 500 dimana pada 30 September sebesar Rp 18 ribu, tapi pada hari ini Rp 17.500. Lalu, ada juga harga gula merah yang sebelumnya Rp 22 ribu hanya naik Rp 1.000 saja menjadi Rp 23 ribu pada hari ini. Sedangkan harga kopi merk bola dunia tak berubah di harga Rp 48 ribu. Yolan, salah satu pembeli mengatakan, dia berharap, harga ini bisa bertahan. “Jangan sampai naik lagi, kalo bisa malah turun,” terang dia ketika dibincangi ekonomisumsel.com, Sabtu (1/10). (med)
Awal Oktober, Harga Logam Mulia Rp 5.760.000 Ribu per 10 Gram

Awal Oktober, Harga Logam Mulia Rp 5.760.000 Ribu per 10 Gram

Market, Minerba
PALEMBANG – Setelah seminggu mengalami fluktuasi atau pergerakan harga. Logam mulia di Palembang mencapai Rp Rp 5.760.000 Ribu untuk penjualan 10 gram logam mulia di Butik Antam Palembang. Berdasarkan laman Logam Mulia, harga tersebut diupdate hingga Pukul 08.10 WIB pada 1 Oktober 2016. “Harga yang dipublish tersebut sewaktu-waktu bisa berubah,” tulis website tersebut. (med)