Thursday, August 22Referensi Bisnis Sumatera Selatan

Market

Hari Pertama Oktober, Harga di Pasar Relatif Stabil

Hari Pertama Oktober, Harga di Pasar Relatif Stabil

Market, Pasar Tradisional
PALEMBANG – Harga beberapa bahan pokok di Pasar 16 Ilir pada awal Oktober ini relatif stabil dibandingkan hari sebelumnya. Pantauan ekonomisumsel.com untuk harga telur ayam di pasar tersebut hanya turun sebesar Rp 500 dimana pada 30 September sebesar Rp 18 ribu, tapi pada hari ini Rp 17.500. Lalu, ada juga harga gula merah yang sebelumnya Rp 22 ribu hanya naik Rp 1.000 saja menjadi Rp 23 ribu pada hari ini. Sedangkan harga kopi merk bola dunia tak berubah di harga Rp 48 ribu. Yolan, salah satu pembeli mengatakan, dia berharap, harga ini bisa bertahan. “Jangan sampai naik lagi, kalo bisa malah turun,” terang dia ketika dibincangi ekonomisumsel.com, Sabtu (1/10). (med)
Awal Oktober, Harga Logam Mulia Rp 5.760.000 Ribu per 10 Gram

Awal Oktober, Harga Logam Mulia Rp 5.760.000 Ribu per 10 Gram

Market, Minerba
PALEMBANG – Setelah seminggu mengalami fluktuasi atau pergerakan harga. Logam mulia di Palembang mencapai Rp Rp 5.760.000 Ribu untuk penjualan 10 gram logam mulia di Butik Antam Palembang. Berdasarkan laman Logam Mulia, harga tersebut diupdate hingga Pukul 08.10 WIB pada 1 Oktober 2016. “Harga yang dipublish tersebut sewaktu-waktu bisa berubah,” tulis website tersebut. (med)
40 Persen Wilayah Sumsel Diisi Perkebunan

40 Persen Wilayah Sumsel Diisi Perkebunan

Komoditi, Market
PALEMBANG- Sumsel memiliki kekayaan berlimpah. Salah satunya dari sektor perkebunan. Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Fachrurrozi mengatakan, hampir 40 persen wilayah Sumsel diperuntukkan untuk sektor tersebut. "Dalam tata ruang, potensi 3,4 juta hektar namun baru terealisasi 2,6 juta hektar," katanya. Dari sana, 1,9 juta hektarnya merupakan perkebunan milik rakyat. Oleh karena itu, dia menepis isu jika perkebunan di Sumsel tidak sepenuhnya dikuasai oleh perusahaan. Justru perkebunan rakyatlah yang mendominasi dengan sistem swadaya, plasma, dan sebagainya. "Jadi, tidak benar perkebunan meminggirkan rakyat," ungkap Fachrurozi. Komodoti utama Sumsel adalah karet seluas 1,2 juta hektar. Sedangkan sawit seluas 1 juta hektar. (Med)
Harga Logam Mulia Turun Hari Ini

Harga Logam Mulia Turun Hari Ini

Minerba
PALEMBANG- Harga mas di butik  Antam mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan  data resmi Antam pada 27 September 2016 harga mas per 10 gram senilai Rp. 5.820.000.sementara pada tanggal 28 september turun sebesar Rp 40.000 menjadi Rp 5.780.000 (med)
Gara-gara Pertalite, Konsumsi Premium Sumbagsel Turun

Gara-gara Pertalite, Konsumsi Premium Sumbagsel Turun

Market, Migas
PALEMBANG - Sejak diluncurkan Pertalite pada Juni lalu, konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi menurun hingga 24 persen. Hal itu diperkuat dengan konsumsi pertalite perhari untuk area Sumbagsel mencapai 1.000 kilo liter (KL).  Artinya, adanya pertalite mampu tekan konsumsi premium General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II, Ir Herman M Zaini menyatakan, saat ini masyarakat sudah mulai pintar dalam memilih bahan bakar untuk mesin kendaraannya.  Untuk itu, secara bertahap pihaknya akan terus melakukan penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk pertalite. ”Saat ini ada 268 SPBU dari 400 jumlah SPBU di Sumbagsel yang menyediakan Pertalite. Namun seiring akan kebutuhan, dipastikan para pengusaha atau pemilik SPBU akan memfasilitas tangki untuk Pertalite
3 Komoditi Ini Diyakini Bisa Bersaing di Pasar ASEAN

3 Komoditi Ini Diyakini Bisa Bersaing di Pasar ASEAN

Komoditi, Market
PALEMBANG - Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi momentum penting bagi negara-negara ASEAN untuk semakin meningkatkan kerja sama ekonomi yang saling melengkapi satu sama lain. Pasalnya, selama ini mayoritas perdagangan negara-negara anggota ASEAN justru dilakukan dengan negara-negara non-ASEAN. Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga hartarto ketika menjadi pembicara pada acara Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2016 dengan tema The Asian Economic Community: Are We Ready? How Can We Better Compete and Excel in the AEC/MEA?). “Kami melihat, implementasi MEA ini dapat menunjukkan potensi perdagangan intraregional ASEAN yang harus dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, pemberlakuan MEA, diharapkan dapat membentuk kekuatan pembangunan ekon
Ini Dia 7 Acuan Harga Komoditas Pangan

Ini Dia 7 Acuan Harga Komoditas Pangan

Industri, Pasar Tradisional, Ritel
TIDAK berlama-lama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melaksanakan janjinya untuk menurunkan dan menciptakan stabilitas harga pangan. Setelah melakukan konsolidasi internal, Mendag mengeluarkan peraturan baru yang berisi penetapan      7 (tujuh) komoditas pangan, yaitu beras, jagung, kedelai, gula, bawang merah, cabai, dan daging sapi. ”Terdapat tujuh komoditas yang ditetapkan harga acuannya, yakni beras, jagung, kedelai, gula, bawang merah, cabai, dan daging sapi. Kami berharap para petani lebih sejahtera, para pedagang mendapat keuntungan yang wajar dan konsumen mendapatkan harga yang lebih terjangkau," tegas Mendag Enggar. Penetapan tujuh komoditas pangan ini tertuang dalam Permendag Nomor 63/MDAG/PER/09/2016 tentang Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di
Ketua Kadin : Sumsel Butuh Hilirasi Secara Sederhana

Ketua Kadin : Sumsel Butuh Hilirasi Secara Sederhana

Komoditi, Market
PALEMBANG - Salah satu yang dibutuhkan Sumsel untuk makin maju adalah hilirisasi industri secara sederhana. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumsel Dodi Reza Alex mengatakan, hal itu cukup penting untuk UMKM. Sebab, Sumsel dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, sehingga sangat disayangkan apabila tidak dimanfaatkan oleh masyarakat atau pelaku UMKM di daerahnya. “Kami sebagai penyumbang karet terbesar di Indonesia, tapi kita tidak memiliki pabrik karet. Ini bisa dimanfaatkan UMKM untuk mengembangkan industri hilir sederhana, seperti pembuatan gelang, sarung tangan, selang dan sebagainya,” jelas dia. Dodi menerangkan, UMKM yang selama ini bisa menjadi lokomotif di Sumsel juga bisa berkembang lebih luas “Artinya, dengan terpenuhinya infrastruktur di Sumsel, maka s

Petik Penghematan Rp 646 Juta Via Cathodic Protection

Market, Migas
PALEMBANG - Dampak turunnya harga minyak mentah dunia sejak pertengahan 2014 tidak hanya dirasakan oleh perusahaan yang bergelut di bidang bisnis hulu minyak, semata. Hal tersebut juga berimbas pada perusahaan-perusahaan penunjang yang bergerak dibidang jasa pengeboran dan produksi minyak, yakni kelesuan aktivitas pengeboran akibat langkah penghematan yang radikal serta rekalkulasi biaya-biaya, baik untuk investasi maupun operasi. Kondisi demikian dialami oleh salah satu anak perusahaan PT. Pertamina (Persero) yang bisnis intinya bergerak dalam bidang penyediaan jasa dan manajemen pengeboran serta perawatan sumur, yaitu PT. Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Sejak harga minyak mentah dunia melorot drastis dari US$ 100 per barel menjadi dibawah US$ 50 per barel, membuat perusa...

Pemerintah Akan Serap 525 Ribu Ton Karet Sumsel

Komoditi, Market
  PALEMBANG - Di tengah lesunya harga komoditi. Ada sedikit harapan untuk petani karet. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel, Ir Permana MMA mengatakan, Sumsel dijanjikan untuk penyerapan karet domestik oleh Pemerintah Pusat.   "Kita akan dibeli sebanyak 525 ribu ton yang akan dibeli BUMD dan Kemenhub untuk bahan baku pelabuhan laut," kata Permana   Selain itu, lanjut Permana, diharapkan melalui hal ini ekspor karet diluar juga dibatasi. Sehingga komoditi karet akan semakin menguat harganya. "Dengan itu justru akan menumbuhkan industri hilir dalam negeri," terang Permana. (yda)