Saturday, July 31Referensi Bisnis Sumatera Selatan
Shadow

Makro

Perbaikan Kondisi Perekonomian Jawa Barat Terus Berlanjut pada Triwulan I 2021

Perbaikan Kondisi Perekonomian Jawa Barat Terus Berlanjut pada Triwulan I 2021

Ekonomi, Makro
EKSEL– Perekonomian Jawa Barat pada triwulan I 2021 terus melanjutkan tren perbaikan dengan angka kontraksi yang semakin mengecil sebesar -0,83% (yoy), membaik dibandingkan triwulan IV 2020 yang mengalami kontraksi -2,39% (yoy). Angka pertumbuhan tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar -0,74% (yoy). Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto menyebutkan sumber perbaikan ekonomi Jawa Barat pada triwulan I 2021 berasal dari komponen sisi permintaan maupun lapangan usaha seiring dengan kondisi perekonomian global yang mulai pulih, serta penerapan berbagai kebijakan sehingga mendorong perbaikan pada permintaan domestik. Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, perdagangan, dan konstruksi mengalami perbaikan yang relatif lebih cep...
Tren Pertumbuhan Ekonomi Jabar Kedepan Semakin Membaik

Tren Pertumbuhan Ekonomi Jabar Kedepan Semakin Membaik

Ekonomi, Makro
EKSEL– Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan II 2021 diperkirakan tetap membaik namun terbatas sehubungan dengan kebijakan larangan mudik. Namun demikian, daya beli masyarakat terpantau meningkat sebagaimana terindikasi dari hasil Survei Konsumen periode April 2021 dimana Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 95,1, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 79,2. Peningkatan daya beli masyarakat juga merupakan outcome dari berbagai kegiatan antara lain seperti Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) dan Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI). “Ke depannya, BI akan terus menjaga stabilitas makroekonomi melalui kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif, serta mendorong percepatan digitalisasi ...
Perekonomian Jawa Barat Terus Berlanjut pada Triwulan I 2021

Perekonomian Jawa Barat Terus Berlanjut pada Triwulan I 2021

Ekonomi, Makro
EKSEL– Perekonomian Jawa Barat pada triwulan I 2021 terus melanjutkan tren perbaikan dengan angka kontraksi yang semakin mengecil sebesar -0,83% (yoy), membaik dibandingkan triwulan IV 2020 yang mengalami kontraksi -2,39% (yoy). Angka pertumbuhan tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar -0,74% (yoy). Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto menyebutkan sumber perbaikan ekonomi Jawa Barat pada triwulan I 2021 berasal dari komponen sisi permintaan maupun lapangan usaha seiring dengan kondisi perekonomian global yang mulai pulih, serta penerapan berbagai kebijakan sehingga mendorong perbaikan pada permintaan domestik. Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, perdagangan, dan konstruksi mengalami perbaikan yang relatif lebih cep...
Tren Pertumbuhan Ekonomi Jabar Kedepan Semakin Membaik

Tren Pertumbuhan Ekonomi Jabar Kedepan Semakin Membaik

Ekonomi, Makro
EKSEL– Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan II 2021 diperkirakan tetap membaik namun terbatas sehubungan dengan kebijakan larangan mudik. Namun demikian, daya beli masyarakat terpantau meningkat sebagaimana terindikasi dari hasil Survei Konsumen periode April 2021 dimana Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 95,1, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 79,2. Peningkatan daya beli masyarakat juga merupakan outcome dari berbagai kegiatan antara lain seperti Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) dan Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI). “Ke depannya, BI akan terus menjaga stabilitas makroekonomi melalui kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif, serta mendorong percepatan digitalisasi ...
Dampak Covid-19, Pengangguran Capai 8,75 Juta Jiwa

Dampak Covid-19, Pengangguran Capai 8,75 Juta Jiwa

Ekonomi, Makro
EKSEL– Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan,Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2021 mencapai 8,75 juta jiwa. Dibandingkan Februari 2020 lalu, jumlah pengangguran ini meningkat cukup besar, dimana tahun lalu hanya tercatat 6,93 juta jiwa. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kenaikan disebabkan Indonesia mulai dihantam pandemi pada Maret 2020. Bahkan menurutnya pada Agustus 2020, angka pengangguran pernah mencapai 9,77 juta jiwa. “Jadi sebenarnya pada Februari 2021,  jumlahnya lebih baik dibanding bulan Agustus 2020. Perlu diingat pada Februari tahun lalu Covid-19 belum ada. Tapi dibanding Agustus 2020, berarti jumlah pengangguran turun 1,02 juta,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers, Rabu (5/5/2021). Sementara itu di Jabar, BPS Jabar mencatat tingkat...
April, Jawa Barat Alami Inflasi 0,22 Persen

April, Jawa Barat Alami Inflasi 0,22 Persen

Ekonomi, Makro
EKSEL– Indeks Harga Konsumen atau IHK gabungan tujuh kota di Jawa Barat mengalami kenaikan indeks dari bulan sebelumnya sebesar 107,13 menjadi 107,37 atau mengalami inflasi sebesar 0,22 persen. Koordinator Fungsi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Jaih Ibrohim,menyebutkan kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar berasal dari makanan, minuman dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 0,1256 persen. Hal ini disampaikannya di kantornya, Senin (3/5/2021). “Komoditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi dan memberikan andil inflasi terbesar adalah daging ayam ras,” katanya. Disebutksn dari 7 kota IHK di Jawa Barat seluruhnya mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi di Kota Tasikmalaya sebesar 0,38 persen. Inflasi teren...
Perdagangan Luar Negeri Jawa Barat Selalu Surplus

Perdagangan Luar Negeri Jawa Barat Selalu Surplus

Ekonomi, Makro
EKSEL– Badan Pusat Statustik ( BPS) Jawa Barat mencatat neraca perdagangan luar negeri Provinsi Jawa Barat pada Maret 2021 mengalami surplus sebesar USD 1,65 Miliar. Koordinator Fungsi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Jaih Ibrohim mengatakan secara total, nilai ekspor Jawa Barat mencapai USD 2,98 Miliar sedangkan nilai impor mencapai USD 1,33 Miliar. “Bila dibandingkan bulan sebelumnya, nilai ekspor Jawa Barat Maret 2021  mengalami kenaikan sebesar 14,22 persen, demikian pula impor naik sebesar 63,34 persen,” terangnya, Senin (3/5/2021). Ekspor Non Migas Maret 2021 mencapai USD 2,96 miliar, naik 13,95 persen dibanding Februari 2021. Sedangkan ekspor Migas naik sebesar 75,18 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Jawa Barat Januari-Maret 2021 mencapai USD ...
BI Prediksi Ekonomi Sumsel Tumbuh 4,9% Pada 2021

BI Prediksi Ekonomi Sumsel Tumbuh 4,9% Pada 2021

Ekonomi, Makro
EKSEL - Meski masih dihantui ketidakpastian ditengah pandemi Covid-19. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumsel tetap memprediksi pertumbuhan pada 2021 nanti. Secara keseluruh, ekonomi diproyeksikan growth di rentang 4,9-5,1 persen secara year on year. "Peningkatan ekonomi cukup signifikan karena terjadi base effect 2020 yang turun cukup dalam," kata Kepala Perwakilan BI Sumsel, Hari Widodo. Namun, Hari menilai ada banyak tantangan yang akan dihadapi kedepan. "Itu tidak ringan, tapi melalui kolaborasi yang baik, seluruh tantangan tersebut pasti dapat dilalui," bebernya. Dia menilai perlu ada sinergi bauran kebijakan ekonomi. Baik melalui stimulus fiskal mauupun reformasi ekonomi di sektor ril untuk mendorong pertumbuhan. (med)
Kredit Terkontraksi, DPK dan Aset Perbankan Meningkat

Kredit Terkontraksi, DPK dan Aset Perbankan Meningkat

Ekonomi, Makro
EKSEL - Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru berharap Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumsel untuk memiliki sensitivitas dalam menyemangati rakyat dalam  pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemi Covid 19.  Menurutnya, ada beberapa opsi yang harus diterapkan untuk memulihkan ekonomi nasional, diantaranya penyebaran informasi tentang potensi, kesadaran atas kemampuan dan stimulan dari para pemangku kebijakan.  “Kita  sebar luaskan lagi informasinya pada masyarakat tentang potensi. Disamping sumber daya manusianya, juga terus kita dorong untuk ikut dapat bersaing” ungkapnya  saat menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Sumatera Selatan tahun 2020, di Hotel Arista, Kamis (3/12).  Dikatakan Herman Deru, pertemuan tahunan menjad...
Ekspor Berpotensi Meningkat 72 Persen

Ekspor Berpotensi Meningkat 72 Persen

Ekonomi, Makro
EKSEL - Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) telah ditandatangani oleh lima belas negara, Minggu (15/11). Kelimabelas negara tersebut terdiri dari 10 negara ASEAN dan 5 mitra ASEAN yaitu Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru “Kelima belas negara penandatangan perjanjian RCEP ini secara kumulatif mewakili 29,6 (persen) penduduk dunia,  30,2 persen GDP (gross domestic product) dunia, 27, 4 persen perdagangan dunia, dan 29,8 persen FDI (foreign direct investment) dunia,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto usai penandatanganan. Berdasarkan kajian yang dilakukan September lalu, ujar Agus, dalam waktu lima tahun setelah diratifikasi, RCEP berpotensi meningkatkan ekspor Indonesia ke negara-negara peserta sebesar 8-11 persen. I...