Monday, May 25Referensi Bisnis Sumatera Selatan
Shadow

Makro

Menko Perekonomian : 132 Juta Orang Miskin dan Tidak Mampu adalah Peserta BPJS Kesehatan Gratis Setara Kelas 3

Menko Perekonomian : 132 Juta Orang Miskin dan Tidak Mampu adalah Peserta BPJS Kesehatan Gratis Setara Kelas 3

Ekonomi, Makro
EKSEL - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa 132,6 juta orang yang miskin dan tidak mampu adalah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan/Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara gratis dengan layanan setara kelas 3. “Iuran yang ada di dalam anggaran itu sebesar Rp42.000 per orang per bulan. Yang seluruhnya dibayar oleh pemerintah melalui APBN,” ujar Menko Perekonomian usai Rapat Terbatas (Ratas), Senin (18/5). Menurut Menko Perekonomian, yang dimaksud yaitu penerima bantuan iuran (PBI) yang ditanggung pemerintah adalah 96,6 juta orang dan ini setara dengan Rp4 triliun per bulan sehingga untuk 6 bulan itu adalah Rp24,3 triliun.  “Sementara itu ada juga yang ditanggung oleh pemerintah daerah melalui
Ingatkan THR Merupakan Kewajiban

Ingatkan THR Merupakan Kewajiban

Ekonomi, Makro
EKSEL - Menko Perekonomian, Airlangga Hartanto menegaskan jika pembayaran THR terhadap karyawan adalah kewajiban. Hal itu diungkapkannya saat melakukan pembahasan bersama Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. “Ini diingatkan kepada pihak swasta bahwa THR ini menjadi sesuatu yang berdasarkan Undang-Undang diwajibkan dan tentunya Kementerian Tenaga Kerja sudah menyiapkan hal-hal yang terkait dengan THR tersebut,” jelasnya. Namun, Pemerintah, lanjut Menko Perekonomian, sudah mempersiapkan dan memberikan stimulus-stimulus kepada dunia usaha antara lain dengan PPH Pasal 21 yang selama ini sudah diberikan kepada sektor pengolahan. ”Ini berdasarkan paket kemarin yang diluncurkan, yaitu melalui Perpu dan APBNP,” tambahnya. Dukungan untuk sektor usaha ini, sambung Menko Pe
Sumsel Inflasi 0,04 Persen

Sumsel Inflasi 0,04 Persen

Ekonomi, Makro
EKSEL - BPS Sumsel mencatat provinsi ini inflasi 0,04 persen pada Maret 2020. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel , Endang Tri Wahyuningsih,M.M, inflasi ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai sebesar 0,10 persen. Menurutnya, berdasarkan pemantauan harga selama bulan Maret 2020 pada 90 kota IHK, menunjukkan bahwa 43 kota IHK mengalami inflasi. Sedangkan 47 kota mengalami deflasi. "Inflasi Sumsel yang melalui pemantauan di dua kota Palembang dan lubuk Linggau. Inflasi di kota Palembang Pada Maret sebesar 0,04 persen. Sementara Kota Lubuk Linggau bulan Maret 2020 inflasi sebesar 0,07 persen," katanya.
Jokowi Beri Kesempatan Tunda Cicilan hingga Tambah Besaran Bantuan Sembako

Jokowi Beri Kesempatan Tunda Cicilan hingga Tambah Besaran Bantuan Sembako

Ekonomi, Makro
EKSEL - Penyebaran wabah Virus Korona (Covid-19) telah benar-benar memperlambat perekonomian dunia, termasuk perekonomian di Indonesia dan kurang lebih 186 negara telah terpapar Covid-19. Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa Pemerintah terus bekerja keras untuk mengantisipasi hal ini, untuk mempertahankan daya beli masyarakat, untuk mengurangi risiko PHK, dan mempertahankan produktivitas ekonomi, produktivitas masyarakat di seluruh wilayah tanah air Indonesia. Pada keterangan pers di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (24/3), Presiden Jokowi menyampaikan fokus kebijakan bantuan-bantuan yang disediakan oleh pemerintah langsung ke masyarakat untuk mempertahankan daya beli, sebagai berikut: Pertama, Presiden telah perintahkan kepada semua Menteri, Gub...
Jaga Perekonomian Imbas Corona, BI Siapkan Tujuh Jurus

Jaga Perekonomian Imbas Corona, BI Siapkan Tujuh Jurus

Ekonomi, Makro
EKSEL - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Maret 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25%. Kebijakan moneter tetap akomodatif dan konsisten dengan prakiraan inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran dan sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Selain itu, sebagai kelanjutan dari sejumlah stimulus kebijakan yang telah diumumkan pada RDG tanggal 18-19 Februari 2020 dan tanggal 2 Maret 2020, Bank Indonesia kembali memperkuat bauran kebijakan yang diarahkan untuk mendukung upaya mitigasi risiko penyebaran COVID-19, menjaga stabilitas pasar uang dan sistem...
Inflasi Februari 0.27 Persen

Inflasi Februari 0.27 Persen

Ekonomi, Makro
EKSEL - Inflasi di Sumsel kembali dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Pada Februari, BPS Sumsel mencatat inflasi di Provinsi ini sebesar 0,27 persen. Sedangkan inflasi Tahun Kalender (kumulatif sampai dengan Februari 2020)s ebesar 0,88 persen, dan Inflasi Tahunan “year on year” (Februari 2020 terhadap Februari 2019) sebesar 3,08 persen. Kepala BPS Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, inflasi tersebut didapatkan dari inflasi di Palembang dan Lubuklinggau. Inflasi kota Palembang pada Februari 0, 26 dpersen.  Inflasi Tahun Kalender (kumulatif sampai dengan Februari 2020) adalah sebesar 0,88 persen, dan inflasi Tahunan “year on year” (Februari 2020 terhadap Februari 2019)adalah 3,12 persen.  "Sedangkan  Kota Lubuk Linggau pada bulan Februari 2020 mengalami inflasi sebesar 0
Pemulihan Ekonomi Global Butuh Kerja Sama Antar-negara

Pemulihan Ekonomi Global Butuh Kerja Sama Antar-negara

Ekonomi, Makro
EKSEL - Munculnya berbagai tekanan global, termasuk terjadinya Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) mendorong negara-negara G20 untuk meningkatkan kerja sama. Dalam hal ini, Indonesia mengajak negara-negara G20 untuk terus mempererat kerja sama internasional dan mengimplementasikan bauran kebijakan guna memperkuat pemulihan dan mendorong pertumbuhan ekonomi global. Negara-negara G20 juga sepakat memperkuat pemantauan terhadap risiko global, khususnya yang berasal dari Covid-19, serta didorong untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko tersebut serta sepakat untuk mengimplementasikan respon bauran kebijakan yang efektif, baik dari sisi moneter, fiskal, maupun struktural. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20...
Karet dan Batubara Pacu Ekspor Awal Tahun

Karet dan Batubara Pacu Ekspor Awal Tahun

Ekonomi, Makro
EKSEL - Awal 2020 menjadi kado baik untuk neraca perdagangan Sumsel. Sebab BPS Sumsel catatkan ekspor Sumsel sebesar US$348,69 juta. Itu artinya provinsi ini naik 38,83 persen pada Januari 202 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. "Kenaikan ekspor dipacu oleh karet, bubur kayu/pulp dan batubara pada awal tahun meningkat signifikan dibanding tahun lalu," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Endang Tri Wahyuningsih saat melakukan rilis di kantornya, kemarin   Tiongkok, Amerika Serikat dan India masih menjadi negara tujuan utama ekspor Sumsel pada periode Januari 2020. Dari ketiga negara tersebut, masing-masing mencapai US$105,09 juta, US$35,00 juta dan US$ 31,00 juta. "Ketiga negara tersebut menjadi tujuan ekspor yang mencapai 49,07 persen dari total ekspor
BI Klaim Perekonomian Sumsel Berjalan Baik

BI Klaim Perekonomian Sumsel Berjalan Baik

Ekonomi, Makro
EKSEL - Wakil Gubernur Sumsel, H Mawardi Yahya mengapresiasi sinergitas antara Pemprov Sumsel dan Bank Indonesia yang telah berlangsung sejak lama dan perlu dijaga. Menurutnya Perwakilan BI Prov Sumsel sangat membantu dan mendukung perkembangan ekonomi di wilayah Prov Sumsel. Sehingga pertumbuhan ekonomi di Sumsel tumbuh dengan baik. Hal tersebut diungkapkan Mawardi Yahya saat menghadiri pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumsel yang baru, Hari Widodo, yang sebelumnya dijabat oleh Yunita Resmi Sari setelah dipromosi menjadi Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Logistik dan Fasilitas BI di Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Jumat (14/02/2020). Dijelaskannya berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Prov Sumsel, pertumbuhan ekonomi Sumsel pada Triwu...
Selesaikan Defisit, Minimal Ekspor Barang Setengah Jadi

Selesaikan Defisit, Minimal Ekspor Barang Setengah Jadi

Ekonomi, Makro
EKSEL - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, untuk menyelesaikan masalah defisit transaksi berjalan yang sudah bertahun-tahun, pemerintah akan melakukan transformasi ekonomi. “Dari ekonomi kita yang sudah bertahun-tahun berbasis pada komoditas, pada bahan-bahan mentah, yang kita ekspor selalu bahan-bahan mentah, raw material, ke depan kita ingin semuanya kita olah minimal setengah jadi atau barang jadi melalui yang namanya hilirisasi industri,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), di Hall B, Jakarta International Expo, Jakarta, Jumat (10/1) siang. Presiden memberikan contoh CPO (crude palm oil) atau minyak kelapa sawit. Ia mengemukakan,