Saturday, September 21Referensi Bisnis Sumatera Selatan

Makro

Neraca Dagang Indonesia Surplus 85,1 Juta Dollar

Neraca Dagang Indonesia Surplus 85,1 Juta Dollar

Ekonomi, Makro
EKSEL - Setelah bulan lalu mengalami defisit sebesar 60 juta dollar AS, neraca perdagangan Indonesia pada bulan Agustus 2019 mengalami surplus 85,1 juta dollar AS. Angka ini didapat dari realisasi ekspor Agustus sebesar 14,28 miliar dollar AS, sementara realisasi impor pada bulan yang sama mencapai 14,20 miliar dollar AS. Neraca perdagangan Agustus 2019 itu juga merupakan peningkatan yang cukup drastis dibanding periode yang sama tahun 2018, yang mencapai 1,02 miliar dollar AS. “Alhamdulillah, neraca dagang kita surplus,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam keterangannya di kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (16/9) siang. Kepala BPS mengemukakan, ekspor Indonesia pada Agustus 2019 menurun 7,60 persen dibanding Juli 2019, yaitu dari 15.454,2 j
Harga Bawang dan Ayam Turun, Sumsel Deflasi 0,16 Persen

Harga Bawang dan Ayam Turun, Sumsel Deflasi 0,16 Persen

Ekonomi, Makro
EKSEL - BPS Sumsel kembali melakukan rilis inflasi bulanan. Pada Agustus ini, tercatat Sumsel mengalami deflasi sebesar 0,15 persen. Penyumbang deflasi berasal dari Palembang yang deflasi 0,16 persen. “Kemudian, penyumbang lainnya adalah Lubuk Linggau yang mengalami deflasi sebesar 0,07 persen,” kata Kepala BPS Sumsel, Endang Tri Wahuningsih, kemarin. Untuk Palembang, Komoditas yang menyumbang deflasi terbesar di Kota Palembang antara lain: bawang merah, daging ayam ras, angkutan udara, dan tomat sayur. “Sedangkan Komoditas yang menyumbang andil deflasi terbesar di Kota Lubuk Linggau antara lain: daging ayam ras, bawang merah, dan tomat sayur,” tukasnya.
Tiongkok Masih Jadi Negara Tujuan Tertinggi Ekspor Sumsel

Tiongkok Masih Jadi Negara Tujuan Tertinggi Ekspor Sumsel

Ekonomi, Makro
EKSEL - Badan Pusat Statistik Sumsel kembali merilis nilai ekspor Sumatera Juli 2019. Pada bulan tersebut, Sumselmengalami kenaikan sebesar 44,22 persen dibandingkan nilai ekspor Juni 2019. "Sementara bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 (Januari – Juli 2018) ekspor Sumsel mengalami penurunan sebesar 5,14 persen," kata Kepala BPS Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih. Berdasarkan data tersebut, Tiongkok, Malaysia dan Amerika Serikat menjadi negara tujuan utama ekspor Sumatera Selatan pada periode Januari-Juli 2019, masing-masing mencapai US$ 813,75 juta, US$ 237,38 juta dan US$ 219,19 juta, dengan peranan ketiganya mencapai 52,22 persen dari total ekspor periode Januari – Juli 2019. (med)
Sumsel Ekspor 91 Ribu Kilogram Santan Kelapa

Sumsel Ekspor 91 Ribu Kilogram Santan Kelapa

Ekonomi, Makro
EKSEL - Provinsi Sumsel kembali melepas ekspor komoditas pertanian ke China dan Hongkong. Kali ini komoditas yang diekspor yakni santan kelapa sebanyak 91.800 kilogram atau senilai Rp 1.071.840.000. Gubernur Sumatera Selatan H.Herman Deru menghadiri langsung acara pelepasan ekspor santan kelapa dari Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka akselerasi ekspor komoditas pertanian Provinsi Sumatera Selatan di Pabrik PT. Kelapa Puncak Nusantara Jalan Raya Pipa Putih, Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (10/08/2019). Menurut Herman Deru pelepasan ekspor komoditas pertanian dari Provinsi Sumatera Selatan diharapkan menjadi titik tolak bagi kita semua untuk senantiasa peduli terhadap peningkatan kesejahteraan petani yang merupakan faktor penting dalam upaya kita unt...
Triwulan II, Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,80 Persen

Triwulan II, Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,80 Persen

Ekonomi, Makro
EKSEL - Pertumbuhan positif berhasl dicatatkan Sumsel pada Triwulan II 2019. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, pada triwulan kedua ini ekonomi tumbuh 5,80 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan,  Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh sebesar 16,41 persen. Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 12,87 persen. "Untuk semester 1 2019 dibanding semester I-2018 (c-to-c) tumbuh 5,75 persen," katanya dalam rilis di kantor BPS Sumsel, Senin (5/8). Pemacu tumbuhnya ekonomi dikarenakan  pemilu   dalam...
Bank Indonesia Sebut Harga Karet Membaik Pada 2020

Bank Indonesia Sebut Harga Karet Membaik Pada 2020

Ekonomi, Makro
EKSEL - Salah satu yang jadi keluhan di Sumsel saat ini adalah masalah karet. Sebab itu, Bank Indonesia (BI) intens mendorong komoditas ini. Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Firman Mochtar, mengatakan, pada 2020 mendatang, karet akan membaik. Sebab, pada tahun itu ekonomi global diprediksi membaik. "Inti tentu akan berpengaruh kepada harha komoditas," katanya dalam Diseminasi Kebiajakan Moneter BI untuk Regional Sumatera di Palembang.
BI Perluas Temu Bisnis untuk Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

BI Perluas Temu Bisnis untuk Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

Ekonomi, Makro
EKSEL - Bank Indonesia (BI) memperluas skema temu bisnis (business matching) usaha syariah kepada investor dan pelaku usaha syariah untuk mendorong terciptanya ekosistem rantai nilai halal (halal value chain) dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Hal tersebut menjadi salah satu fokus penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2019 di tingkat regional. Melalui model bisnis halal value chain, BI tidak hanya mendorong keterhubungan antara local value chain dari pengembangan usaha syariah di domestik, namun juga ke tingkat yang lebih tinggi dalam lingkup global halal value chain dengan tujuan meningkatkan ekspor, serta menghadirkan alternatif produk untuk substitusi impor. Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo dalam sa...
Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,68 Persen di Awal 2019

Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,68 Persen di Awal 2019

Ekonomi, Makro
EKSEL - Sumsel catatkan pertumbuhan positif pada Triwulan I 2019 ini. Angkanya sebesar 5,68 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat, penunjang pertumbuhan itu dari sektor lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 16,81 persen. Kepala BPS Sumsel  Endang Tri Wahyuningsih, mengataakan, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen engeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 13,93 persen. "Tingginya PK-LNPRT dikarenakan momen Pemilu yang dilaksanakan di Sumsel. Sebab, banyak pelaku politik melakukan sosialiasi dan safari politik. Bahkan, partai-partai juga kerap mengadakan bimbingan teknis," katanya.
Sinergi Jadi Kunci, Gubernur BI Optimistis Prospek Ekonomi Indonesia 2019 Tetap Baik

Sinergi Jadi Kunci, Gubernur BI Optimistis Prospek Ekonomi Indonesia 2019 Tetap Baik

Ekonomi, Makro
EKSEL - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan prospek ekonomi Indonesia tahun 2019 akan tetap baik di tengah perekonomian global yang belum kondusif. Namun demikian, harus tetap diwaspadai adanya tantangan struktural baik dari sisi global maupun domestik. “Sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah, OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan otoritas terkait merupakan kunci utama menghadapi berbagai tantangan guna meningkatkan kinerja perekonomian nasional di tahun 2019,” kata Perry dalam peluncuran buku Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) tahun 2018, di Jakarta, Rabu (27/3) pagi. Menurut Perry, pada 2019, Bank Indonesia terus menempuh bauran kebijakan guna memperkuat stabilitas eksternal dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, yaitu : Tetap menempuh kebij
Menhan Pastikan Jokowi Segera  Resmikan KEK TAA

Menhan Pastikan Jokowi Segera Resmikan KEK TAA

Ekonomi, Makro
EKSEL - Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu bersama Gubernur Sumsel Herman Deru menggelar rapat lanjutan progres pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api (KEK TAA) dan Pelabuhan Tajung Carat. Dalam rapat yang digelar di ruang Rapat Griya Agung, Selasa (19/3) malam yang juga dihadiri Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Bupati Banyuasin Askolani serta pihak terkait lainnya. Gubernur Sumsel Herman Deru menuturkan rapat yang digelar menjadi semangat baru bagi dirinya selaku Gubernur untuk segera merealisasikan terwujudnya KEK. "Kenapa membuat pesimis?,  karena masa waktu yang diberikan sudah hampir habis tapi lahan yang tersedia dari 2030 hektar baru terbebaskan 67 hektar pada saat itu. Begitu saya baru dilantik menjadi