Tuesday, November 19Referensi Bisnis Sumatera Selatan

Makro

Tegaskan Penekanan Inflasi jadi Tugas Bersama

Tegaskan Penekanan Inflasi jadi Tugas Bersama

Ekonomi, Makro
EKSEL - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengatakan penekanan inflasi merupakan tanggung jawab serta tugas bagi pemerintah dan lembaga yang terkait. “Yang berperan paling utama tentu Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mempunyai peranan dalam mencapai sasaran inflasi yang di inginkan” jelas. Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru saat menerima audiensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sumsel Yunita Resmi Sari di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Senin (18/11/2019). Ia utarakan terkait Penurunan Inflasi dan Stabil adalah Tugas Pemerintah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diharapkan dapat menciptakan iklim inflasi yang rendah dan stabil. “TPID di level Kabupaten/Kota tentu lebih mengetahui kondisi terkini yang dihadapi daerahnya terkait
Menkeu Pastikan Stabilitas Perekonomian Terjaga

Menkeu Pastikan Stabilitas Perekonomian Terjaga

Ekonomi, Makro
EKSEL - Stabilitas ekonomi Indonesia masih tetap terjaga di tengah prospek perlambatan pertumbuhan perekonomian global. Di saat ekonomi global tahun ini diproyeksikan tumbuh 3,0 persen atau terendah sejak krisis keuangan global tahun 2008, kondisi di dalam negeri secara year-over-year Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia triwulan III masih tumbuh 5,02 persen sebagaimana dilaporkan BadAn Pusat Statistik (BPS). “Pertumbuhan ekonomi didukung oleh Konsumsi Rumah Tangga (RT) dan Lembaga Non-Profit Rumah Tangga (LNPRT) yang masih tumbuh di atas 5%. Kemudian penerimaan ekspor sudah menunjukkan kinerja positif dengan tumbuh sebesar 0,02%,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Aula Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (18/11). Sementara itu, ne
Fokus Tekan Defisit, Kurangi Impor BBM

Fokus Tekan Defisit, Kurangi Impor BBM

Ekonomi, Makro
EKSEL - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa fokus pemerintah ke depan adalah bagaimana bisa menekan sekecil mungkin, mengurangi sebanyak mungkin angka defisit yang ada. Pada saat bersamaan kita bisa memperbesar surplus neraca perdagangan dengan menggenjot ekspor dan juga pengembangan sektor pariwisata yang mendatangkan devisa. “Dalam menekan defisit saya mengingatkan lagi agar para menteri untuk konsentrasi pada langkah-langkah terobosan untuk mengurangi angka impor kita, baik itu impor BBM yang menjadi penyumbang defisit terbesar,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas tentang Penguatan Neraca Perdagangan, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11) siang. Oleh sebab itu, menurut Presiden, pembangunan kilang harus menjadi priori
Cadangan Devisa RI Capai 126,7 miliar dollar AS

Cadangan Devisa RI Capai 126,7 miliar dollar AS

Ekonomi, Makro
EKSEL - Bank Indonesia (BI) menginformasikan, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2019 tercatat sebesar 126,7 miliar dollar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir September 2019 sebesar 124,3 miliar dollar AS. “Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor atau 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko, dalam siaran persnya Kamis (7/11). Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Peningkatan cadangan devisa pada Oktober 2019, menurut Onny, terutama di
Triwulan III, Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,67 Persen

Triwulan III, Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,67 Persen

Ekonomi, Makro
EKSEL - Ekonomi Provinsi Sumatera Selatan triwulan III-2019 tumbuh 5,67 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh 14,72 persen. Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 9,06 persen. Kepala BPS Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan, Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan triwulan III-2019, Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian memberikan kontribusi tertinggi sebesar 1,84 persen; diikuti Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar ...
Oktober, Sumsel Deflasi 0,08 Persen

Oktober, Sumsel Deflasi 0,08 Persen

Ekonomi, Makro
EKSEL - Rilis inflasi kembali dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, hari ini (1/11). Kali ini, pada Oktober Sumsel mengalami deflasi 0.08 persen. Angka itu didapat dari deflasi Palembang 0,09 persen dan Lubuk Linggau yang inflasi 0,03 persen. "Di Palembang Komoditas yang dominan menyumbang andil terhadap deflasi bulan Oktober 2019 antara lain cabai merah, telur ayam ras, emas perhiasan, dan angkutan udara," kata Kepala BPS Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih. Lalu, di Linggau, Komoditas dominan yang menyumbang andil inflasi adalah daging ayam ras, beras dan bawang merah. (med)
OJK Pastikan Stabilitas Jasa Keuangan Masih Terjaga

OJK Pastikan Stabilitas Jasa Keuangan Masih Terjaga

Ekonomi, Makro
EKSEL - Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam diskusi menyampaikan bahwa kondisi stabilitas sektor jasa keuangan hingga pekan keempat Oktober dalam kondisi terjaga di tengah perlambatan pertumbuhan perekonomian global. Intermediasi sektor jasa keuangan tercatat membukukan perkembangan yang stabil dengan profil risiko yang terkendali. Data September menunjukkan CAR perbankan sebesar 23,38 persen, Risk Based Capital (RBC) asuransi jiwa 667,47 persen, RBC asuransi umum 321,4 persen dengan gearing ratio perusahaan pembiayaan 2,72 kali. Risiko kredit dan pembiayaan juga terjaga dengan NPL gross 2,66 persen dan NPL nett 1,15 persen. NPF gross 2,66 persen dan NPF nett 0,55 persen. Kredit perbankan sampai September mencapai Rp5.524,19 triliun atau tumbuh 7,89 persen (yoy), an...
Setahun HDMY Memimpin, Warga Miskin Sumsel Berkurang 266.000 Orang

Setahun HDMY Memimpin, Warga Miskin Sumsel Berkurang 266.000 Orang

Ekonomi, Makro
EKSEL - Oktober ini, genap setahun Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru dan Mawardi Yahya (HDMY) memimpin. Keduanya telah membuktikan komitmen mengurangi angka kemiskinan di Sumatera Selatan (Sumsel). Dibandingkan periode yang sama yaitu pada September 2018, warga miskin Sumsel tercatat berkurang 266.000 orang pada September 2019. Catatan ini mengacu pada data yang berhasil dihimpun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumsel.  Pada tahun 2019 jumlah penduduk miskin di Provinsi Sumsel mencapai 1.073,74 ribu orang,  dan turun sebesar 2,66 ribu dibanding kondisi September 2018 yang sebesar 1.076,40 ribu orang (12,80 %). Hal tersebut diungkapkan secara rinci oleh  Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan Ekowati R
OKI Dapat Apresiasi Karena Mampu Tekan Angka Kemiskinan

OKI Dapat Apresiasi Karena Mampu Tekan Angka Kemiskinan

Ekonomi, Makro
EKSEL - Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel Febrita Lustia Herman Deru,  menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang ke 74 tahun di GOR Perahu Kajang Kayuagung (11/10). Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru mengucapkan  Selamat ulang tahun untuk kabupaten OKI yang ke - 74, dimana Ia menyampaikan semakin bertambahnya usia tentu semakin matang juga dalam pengelolaan pemerintahan. Ia mengungkapkan, Kabupaten OKI telah menunjukan kiprahnya didalam berdemokrasi dengan satu tujuan yakni Kabupaten OKI yang lebih maju dan lebih baik. “Indikator itu ada buktinya angka kemiskinan sudah berangsur menurun dan pertumbuhan ekonomi memberikan kontribusi yang baik
Koperasi Bisa jadi Ujung Tombak Perekonomian

Koperasi Bisa jadi Ujung Tombak Perekonomian

Ekonomi, Makro
EKSEL - Staf Ahli Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Teguh Budiono meyakini, koperasi bisa menjadi ujung tombak perekonomian. Caranya, dengan melakukan koordinasi di antara humas-humas pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan Teguh Budiono dalam pembukaan Forum Badan Koordinasi Humas Pemerintah (Bakohumas) “5 Tahun Reformasi Total Koperasi”, di Grand Keisha Hotel, Sleman, D.I. Yogyakarta (DIY), Rabu (9/10) kemarin. “Humas pemerintah tidak hanya bicara untuk program sendiri, tapi juga harus membahas bagaimana suksesnya Kementerian/Lembaga (K/L) lain,” pesan Teguh. Sebelumnya Kapala Bagian Humas dan Advokasi Hukum Kementerian Koperasi dan UKM, Darmono, dalam laporannya mengingatkan, koperasi harus siap menghadapi perubahan dan mengubah po