Saturday, September 21Referensi Bisnis Sumatera Selatan

Bank Syariah Masih Tertinggal dari Konvensional

EKSEL – Perkembangan perbankan syariah di Indonesia masih cukup tertinggal jika dibandingkan dengan perbankan konvensional, hal tersebut terlihat pada data OJK per Mei 2019 yang menunjukkan bahwa komposisi Total Aset perbankan syariah secara nasional mencapai Rp 484,62 Triliun dengan market share perbankan syariah saat ini sebesar 5,85%.

Masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim ternyata tidak serta merta menjadi key driver dalam meningkatkan perkembangan perbankan syariah, hal tersebut terjadi disebabkan karena salah satunya oleh rendahnya tingkat literasi keuangan syariah yaitu 8,1% dibandingkan dengan konvensional sebesar 29,5% (data OJK 2016).

Sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam mengembangkan keuangan syariah di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkanprogram literasi dan edukasi keuangan kepada masyarakat,diantaranya mengenai produk dan jasa layanan keuangan syariah yang saat ini sudah semakin beragam. Seiring dengan perkembangan tersebut, masyarakat diharapkan untuk tidak hanya sekedar memahami tetapi dapat memiliki maupun menggunakan produk/layanan jasa keuangan syariah.

Pada kesempatan ini, OJK bersama Forum Islamic Banking Marketing Communications (iB Marcomm) kembali menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan dalam bentuk pameran (Expo iB Vaganza) di Palembang yang bertempat di Palembang Icon Mall. Kegiatan Expo islamic Banking (iB) Vaganza tersebut diselenggarakan dengan konsep edutainment, yang merupakan perpaduan antara edukasi keuangan yang disampaikan melalui talkshow, pameran produk dan layanan jasa keuangan (expo) dan entertainment berupa hiburan yang menyajikan perlombaan dan pertunjukan akustik.

Acara yang diselenggarakan mulai tanggal 23 s.d. 25 Agustus 2019 ini, diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan literasi keuangan syariah tetapi juga inklusi masyarakat terhadap penggunaan produk dan jasa perbankan syariah.Sebagai informasi, Kota Palembang merupakan kota kedua di tahun 2019 yang dipilih sebagai kota pelaksanaan iB Vaganza dimana sebelumnya diselenggarakan di Kota Balikpapan.

iB Vaganza diselenggarakan dengan format pameran (expo) industri perbankan dan keuangan syariah sebagai salah satu strategi dan upaya OJK untuk mengkampanyekan masyarakat untuk “ber-bank syariah” seiring dengan bertambahnya minat dan awareness masyarakat dalam mengenal lebih dekat produk dan layanan perbankan syariah.Kegiatan ini  akan dimeriahkan dengan berbagai acara antara lain, talkshow edukasi dan sosialisasi produk/layanan keuangan syariah dengan narasumber kompeten dari OJK dan pelaku industri jasa keuangan syariah, berbagai lomba dan hiburan.

Selama berlangsungnya kegiatan Expo iB Vaganza Palembang, setiap harinya akan ada doorprize yang dibagikan dan grandprize di hari terakhir bagi pengunjung yang melakukan transaksi di boothboothindustri jasa keuangan syariah peserta iB Vaganza Palembang.Selain itu, dalam rangka mempermudah proses analisis pemberian pembiayaan, masyarakat dapat memanfaatkan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) di booth OJK untuk mendapatkan layanan Informasi Debitur (iDeb) sepanjang penyelenggaraan Expo iB Vaganza di Palembang.

iB Vaganza di Palembang akan diikuti oleh 14 industri perbankan syariah yaituBank BRI Syariah,  Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, Bank Muamalat Indonesia, Bank Mega Syariah, BankTabungan Pensiunan Nasional Syariah, Bank BCA Syariah,Bank Panin Dubai Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN, UUS Bank CIMB Niaga, UUSBank Danamon Indonesia, UUS Bank OCBC NISP, UUS Bank Maybank Indonesia, UUS BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Selain itu peserta lainnya adalah Pegadaian Syariah, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), PT Rintis Sejahtera, dan Bank Indonesia.